Perhatian ini berkaitan dengan keputusan CCCS yang menilai merger bisnis Uber oleh Grab dianggap sebagai upaya monopoli psar yang tidak sehat untuk persaingan bisnis.
Chief Corporate Affair Gojek Nila Marita mengatakan pihaknya masih mengamati aspek regulasi bisnis sebagai salah satu strategi ekspansi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Strategi ini merupakan bentuk replikasi dari strategi yang telah menyukseskan Gojek di Indonesia. Nila mengharapkan Gojek bisa mencapai status unicorn lewat strategi dan inovasi yang dibawa.
"Kami dengan teknologi, inovasi dan visi untuk membantu para tingkatkan kesejahteraan mitra sudah mulai terlihat dengan posisi gojek sebagai aplikasi on demand terbesar di Indonesia," imbuhnya.
Di Indonesia sendiri, persaingan Gojek dan Grab berlangsung cukup sengit. Berbeda dengan Grab yang sudah beroperasi di sejumlah negara di Asia Tenggara, Gojek baru mulai melangkahkan kaki serupa di tahun ini.
Selain ke Singapura, Gojek juga dikabarkan akan mengaspal di Filipina, Thailand, dan Vietnam. (evn)