GIIAS 2018

Jokowi: Otomotif Indonesia Jangan Terlena di Zona Aman

Febri Ardani, CNN Indonesia | Kamis, 02/08/2018 12:05 WIB
Di antara banyak sektor industri Tanah Air, Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengatakan otomotif yang paling berkembang dalam skala internasional. Presiden Joko Widodo mengunjungi GIIAS 2018. (Foto: CNN Indonesia/Hesti Rika)
Jakarta, CNN Indonesia -- Di antara banyak sektor industri Tanah Air, Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) mengatakan otomotif yang paling berkembang dalam skala internasional. Dalam perkembangannya, Jokowi ingin otomotif bisa keluar dari zona aman agar terus dinamis.

Saat pembukaan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS), di Tangerang Selatan, Kamis (2/7), Jokowi menyebut rantai produksi, skala ekonomi, dan branding sektor industri otomotif sudah mencapai taraf global. Dia mengharapkan semua pihak memantau tren otomotif global karena pasti berhubungan dengan otomotif Indonesia.

"Karena kita bagian dari rantai industri otomotif global," ucap Jokowi.
Jokowi mengungkap ada tiga tantangan yang dihadapi otomotif dunia, yaitu mobil listrik, distrupsi teknologi, dan risiko jangka pendek.


Soal mobil listrik, Jokowi mengingatkan pemerintah Inggris dan Prancis pernah menyatakan pada 2040 mobil non-listrik dilarang dijual. Selain itu, Negara dengan penjualan mobil listrik terbesar di dunia, China, menginginkan menjadi yang terdepan soal teknologi.

Kendaraan otonom dikatakan Jokowi sebagai salah satu bentuk disrupsi teknologi otomotif global. Bisa-bisa, otomotif harus mendefinisikan ulang arti kata mobil, kata Jokowi.
Bukan hanya itu, dampak perkembangan aplikasi jasa transportasi online yang mengubah mobil dari produk menjadi jasa disebut harus diperhatikan. Efek lebih jauh soal hal ini, bisa membuat anak jadi malas belajar mengemudi ataupun membeli mobil.

Risiko jangka pendek buat industri otomotif global yang dimaksud Jokowi adalah siklus otomotif yang mungkin sudah memuncak, kemudian akan melandai. Dia menjelaskan tren itu terjadi pada pasar Amerika Serikat dan China.

"Tentunya kita semua sangat mengerti dan paham, bahwa industri otomotif itu ada siklusnya dan sangat peka terhadap siklus ekonomi yang ada. Peneliti mulai bilang, jumlah penjualan mobil di AS mungkin sudah setinggi-tingginya, mentok, sulit naik lagi, mungkin beberapa tahun ke depan akan menurun," ucap Jokowi.

Jokowi berkomitmen membantu industri otomotif berkembang lebih jauh sebab sudah terbukti berperan penting dalam pertumbuhan industri nasional.
"Peran industri otomotif dalam perekonomian kita sekarang sudah besar sekali. Posisi sektor nomor 2 terbesar dalam industri pengolahan dan masuk 5 besar sumber investasi dalam sektor industry," kata Jokowi.

Jokowi mengingatkan industri otomotif jangan terlena di zona aman sebab bakal sulit untuk berkembang. "Kita harus terus dinamis, terus menjaga untuk meneruskan, menerapkan inovasi yang diperlukan," kata Jokowi (fea/age)