Dilansir dari Reuters, model kamera yang akan dibanderol di bawah harga kebanyakan GoPro ini akan mengikuti model kamera sebelumnya seharga US$200 atau sekitar Rp2,9 juta. Hal ini pun menjadi salah satu upaya mengembalikan para pengguna kamera aksi yang sudah beralih ke ponsel pintar.
Chief Executive Officer GoPro Nicholas Woodman mengungkapkan peluncuran kamera entry-level baru pada saat musim liburan adalah manfaat bagi konsumen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Xiaomi Dilaporkan Bakal Beli GoPro |
Perusahaan mengatakan kamera US$200 yang lebih murah tidak akan mengkanibalisasi permintaan untuk kamera high-endnya, yang dapat menelan biaya hingga US$700.
Perusahaan juga mengecilkan dampak dari ancaman tarif terbaru pada impor China.
"Untuk saat ini, GoPro belum terpengaruh oleh tarif yang dikenakan pada barang yang diproduksi di China," kata Woodman pada panggilan dengan analis. (age/reuters)