Anggota Presidium Gerakan Aksi Roda Dua (Garda) Igun Wicaksono mengatakan pihak Gojek akan mempertimbangkan permintaan mitra pengemudinya untuk mengembalikan tarif dasar. Rencananya, Gojek akan memberi keputusan pada Kamis (9/8) lusa.
Sedangkan, pihak Grab disebut menolak mentah-mentah permintaan tersebut. Bahkan, Grab dianggap seakan memprovokasi para mintra pengemudinya untuk melakukan aksi demonstrasi pada hari pembukaan Asian Games 18 Agustus mendatang.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di sisi lain, menurut pernyataan resmi yang diterima CNNIndonesia.com, Grab mengklaim telah menaikkan tarif per kilometer dari Rp1.600/km menjadi Rp2.300/km untuk perjalanan jarak pendek.
"Melalui peningkatan teknologi berdasarkan masukan mitra pengemudi aktif, GrabBike telah meningkatkan rata-rata tarif per km secara berkala jauh diatas Rp.2 ribu," kata Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata.
Menurut Igun, yang diminta oleh mitra pengemudi adalah kenaikan tarif dasar, tetapi yang dihitung oleh pihak Grab adalah tarif rata-rata. Oleh karenanya tidak ada titik temu di antara kedua belah pihak.
Sebelumnya, Garda dikabarkan mengkoordinir aksi demonstrasi yang diklaim akan diikuti oleh dua juta mitra pengemudi ojek online pada 18 Agustus 2018, tepat di hari pembukaan Asian Games.
Saat ini, Igun mengaku Garda belum mengambil keputusan lebih lanjut terkait apakah aksi demonstrasi akan tetap terlaksana. Ia mengatakan Garda masih akan melakukan pertimbangan setelah menerima keputusan dari Gojek besok lusa. (evn)