Wakil Presiden Komunikasi Korporasi BMW Group Indonesia Jodie O'tania menjelaskan bahwa ada perbedaan spesifikasi antara 520d untuk pasar Eropa dengan Indonesia.
"Itu mobil diesel, dan Indonesia spesifikasi mesinnya beda. Karena semua negara punya spesifikasi yang beda. Kami sudah cek, dan sampai kini belum ada VIN (Vehicle Identification Number) dari Indonesia yang tercantum," kata Jodie di BSD, Tangerang, Kamis (9/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Jodie meminta kepada semua pemilik 520d di Indonesia agar tidak khawatir. Jika nantinya mobil konsumen teridentifikasi, pihak bengkel BMW bakal angsung menghubungi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengutip AFP, penarikan di sejumlah negara di Eropa dilakukan setelah perusahaan asal Jerman ini menemukan kasus terbakarnya mesin mobil BMW di Korea Selatan.
Ada sekitar 100 ribu mobil di Korea Selatan yang ditarik setelah sebelumnya lebih dari 30 unit BMW yang didominasi model sedan 520d, mengalami mesin terbakar awal 2017.
Adapun penarikan melibatkan mesin diesel empat silinder produksi April 2015 hingga September 2016, dan mesin enam silinder produksi Juli 2012 sampai Juni 2015. (mik)