BMW Indonesia: Belum Ada 'Recall' Mobil Rawan Terbakar

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Jumat, 10/08/2018 11:38 WIB
BMW sudah cek, mobil konsumen di Indonesia tidak ada yang masuk daftar Ilustrasi. (Dok. Muhammad Ikhsan)
Jakarta, CNN Indonesia -- BMW Group Indonesia memastikan penarikan mobil bermasalah untuk diperbaiki atau dikenal dengan istilah recall pada sedan BMW 520d belum menjalar ke mobil konsumen di dalam negeri. BMW diketahui sudah mengumumkan recall 323.700 unit di seluruh Eropa terkait potensi mesin rawan terbakar.

Wakil Presiden Komunikasi Korporasi BMW Group Indonesia Jodie O'tania menjelaskan bahwa ada perbedaan spesifikasi antara 520d untuk pasar Eropa dengan Indonesia.

"Itu mobil diesel, dan Indonesia spesifikasi mesinnya beda. Karena semua negara punya spesifikasi yang beda. Kami sudah cek, dan sampai kini belum ada VIN (Vehicle Identification Number) dari Indonesia yang tercantum," kata Jodie di BSD, Tangerang, Kamis (9/8).


Jodie mengatakan 520d di Indonesia saat ini telah habis terjual dan jumlahnya sangat terbatas. BMW Group Indonesia sekarang hanya fokus menjual Sport Utility Vehicle (SUV) X5 sebagai model diesel.

Jodie meminta kepada semua pemilik 520d di Indonesia agar tidak khawatir. Jika nantinya mobil konsumen teridentifikasi, pihak bengkel BMW bakal angsung menghubungi.

"Kalau ada kendaraan yang termasuk ke dalam daftar itu pelanggan akan dihubungi ke dealer dan biayanya akan ditanggung BMW. Waktu pengerjaan singkat," ungkapnya.
Recall 323.700 unit 520d di seluruh Eropa tujuannya untuk memperbaiki komponen rusak yang dipercaya mudah terbakar. Dari total jumlah recall itu, sekitar 96.300 unit beredar di Jerman, 75 ribu unit berada di Inggris, 23.500 unit di Prancis, dan 24.700 unit di Italia.

Mengutip AFP, penarikan di sejumlah negara di Eropa dilakukan setelah perusahaan asal Jerman ini menemukan kasus terbakarnya mesin mobil BMW di Korea Selatan.

Ada sekitar 100 ribu mobil di Korea Selatan yang ditarik setelah sebelumnya lebih dari 30 unit BMW yang didominasi model sedan 520d, mengalami mesin terbakar awal 2017.

Adapun penarikan melibatkan mesin diesel empat silinder produksi April 2015 hingga September 2016, dan mesin enam silinder produksi Juli 2012 sampai Juni 2015. (mik)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK