Meski dipandang generasi keempat Jimny 1.500cc yang sedang mejeng di GIIAS mendapat animo besar dari masyarakat, pihak Daihatsu masih ragu Jimny bakal dijual atau diproduksi di dalam negeri. Direktur Pemasaran Astra Daihatsu Motor (ADM) Amelia Tjandra berpendapat Suzuki merasa gamang soal hal itu.
"Jimny itu saya bilang mereka itu mau masukin juga bingung. Misalnya masukin dari Jepang nih. Dari Jepang sampai sini bisa Rp500 juta dengan pajak," kata Amelia di BSD, Tangerang, Kamis (9/8).
Lihat juga:Spesifikasi Jimny Baru Pertahankan 'Konde' |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amelia menyampaikan mobil berstatus impor punya segmen terbatas. Hal itu tentu menjadi perhatian setiap produsen sebelum menjual produk di Indonesia.
Lihat juga:Suzuki Indonesia Mimpi Produksi Lokal Jimny |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Taft dan Feroza
Mengamati situasi sulit Suzuki, pihak ADM mengaku belum tertarik untuk membangkitkan rival Jimny, Daihatsu Taft dan Feroza.
Daihatsu di Indonesia juga pernah menjual model mini SUV pada era 1970-an, yaitu Taft, yang kemudian disusul Feroza pada 1990-an. Dua model Daihatsu itu cukup dikenal pecinta mobil lawas di dalam negeri.
Sedangkan Feroza merupakan jip yang dijual ADM dengan perbedaan mesin dari Taft. Taft menggendong mesin diesel, sedangkan Feroza bermesin bensin. Feroza dijual Daihatsu antara 1993 sampai 1999. Feroza hanya tersedia dalam pilihan mesin karburator 1.600cc dan sistem penggerak 4X2 RWD (rear wheel drive). (fea)