Namun Intel menyebut bahwa hingga saat ini mereka belum menerima laporan terkait adanya kerugian yang disebabkan oleh kerentanan yang muncul di cip mereka itu.
"Kami belum melihat adanya laporan kalau kerentanan ini telah digunakan dalam peretasan. Tapi hal ini menunjukkan oentingnya bagi setiap orang untuk waspada terhadap keamanan mereka," jelas Executive Vice President dan General Manager Keamanan dan Asuransi Produk dalam tulisan di situs Intel.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Jika digunakan untuk tujuan jahat, kerentanan seperti ini berpotensi mengambil data dari berbagai komputer," tulis Intel dalam situsnya.
"Begitu sistem diperbarui, kami memperkirakan akan memperkecil resiko bagi pengguna dan perusahaan yang menjalankan sistem operasi non-virtualisasi."
Sebelumnya, kerentanan cip yang dinamakan sebagai Meltdown dan Spectre sempat membuat panik pembuat cip yang berdomisili di Silicon Valley itu. Akibatnya, muncul berbagai tuntutan hukum dan penyelidikan kongres terkait yang merongrong Intel setelahnya. (eks)