Komponen utama yang langsung kena dampak penggunaan Biodiesel B20 adalah saringan bahan bakar. Karakteristik material B20 yang lebih kental dan kotor ketimbang solar bisa memperpendek usia pemakaian saringan bahan bakar.
"Begitu pakai B20 bisa jadi lebih cepat karena kotoran tadi, jadi harus diganti. Tapi berikutnya tidak begitu lagi, normal seperti penggantian biasa," ucap Dadi, Rabu (15/8).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Komponen kedua yang bisa bermasalah karena penggunaan B20 adalah tangki bahan bakar. B20 disebut memiliki "efek sabun" yang menjadikannya bersifat seperti deterjen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Sebenarnya enggak harus kuras tangki. Sebetulnya kalau tangki bekas pakai trus pakai B20, kotorannya akan larut bersama bahan bakar sampai ke saringan bahan bakar, habis itu tangkinya bersih. Kecuali kotorannya seperti pasir, itu kan kadang-kadang kejadian, nah itu enggak larut. Kalau mau lebih bagus ya dikuras," jelas Dadi.
Menurut Dadi, ada saringan lain, lokasinya di dalam tangki bahan bakar, yang tugasnya menyaring kotoran menggumpal atau berdimensi besar sebelum mengarah ke saringan bahan bakar. Komponen ini membantu mengurangi kotoran masuk ke saluran bahan bakar menuju mesin.
Dadi menerangkan, bisa saja injektor rusak karena B20 namun jarang terjadi. Lagipula menurut dia, selain kualitas bahan bakar ada banyak faktor yang memengaruhi kerusakan injektor, misalnya kekuatan desain injektor itu sendiri, viskositas (kekentalan), dan lubrikasi.
"Kalau Innova dan Fortuner itu pakai yang elektronik, ada empat injektor, satu mungkin sekitar Rp5 juta," tutup Dadi. (fea)