Honda Jelaskan Posisi Brio Baru pada Program LCEV

Rayhand Purnama, CNN Indonesia | Kamis, 30/08/2018 11:09 WIB
Honda Jelaskan Posisi Brio Baru pada Program LCEV Honda Brio terbaru diperkenalkan di pameran otomotif GIIAS 2018 berlangsung di ICE BSD Tangerang. (Dok. Honda)
Jakarta, CNN Indonesia -- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) akan mengeluarkan aturan kendaraan emisi karbon rendah (low carbon emission vehicle/LCEV), termasuk kendaraan listrik dan fuel cell. Aturan baru tersebut juga menjelaskan 'jilid dua' program KBH2 atau disebut low cost green car (LCGC).

Terkait dengan rencana tersebut, Direktur Pemasaran dan Layanan Purna Jual PT Honda Prospect Motor (HPM) Jonfis Fandy menjelaskan bahwa Brio baru yang diperkenalkan pada pameran otomotif GIIAS 2018 menggunakan seting mesin 1.200 cc yang masih mengacu pada aturan LCGC tahap pertama, yakni konsumsi bahan bakar 20 km per liter.

Sementara pada aturan LCEV yang beredar, produk yang dijual harus memenuhi batas emisi CO2 100 gram per km atau 23 km per liter.


"Tapi enggak ada hubungan dengan harga (menyesuaikan) dengan LCEV. LCGC (kami) masih pakai aturan lama," kata Jonfis di Tangerang, Rabu (29/8).

Menurut Jonfis, pihaknya baru akan mengumumkan harga resmi Brio generasi kedua pada bulan depan. Saat ini HPM masih meminta persetujuan pemerintah terkait insentif yang didapat sebelum mengeluarkan harga Brio baru ke konsumen.

Ini diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 33 Tahun 2013 yang menjelaskan batas harga jual sebuah produk LCGC. Harga produk LCGC dapat disesuaikan oleh pemerintah satu kali dalam satu tahun di mana mengikuti indikator ekonomi, di antaranya bahan baku, nilai tukar rupiah, dan inflasi.

"Ya kan karena LCGC, kalau mobil lain tentunya bisa kami tentukan sendiri harganya," ujar Jonfis.

Selain ubahan desain, Honda Brio baru juga telah dijejali sejumlah fitur baru. Penambahan fitur-fitur tersebut praktis mendongkrak harga jualnya. Mengenai berapa kisaran harga dan berapa nilai kenaikannya, Jonfis belum bisa memastikannya. "Harga pasti naik, kan mobil itu ada improvisasi ya," ucap Jonfis.

Brio terbagi dalam dua kategori, yaitu Brio Satya S dan E masuk dalam program LCGC dan varian RS tak ada embel-embel 'mobil murah'. Model lama Brio dijual mulai dari Rp132,5 juta sampai Rp152,5 juta.

Kendati belum ada harga resmi, Brio terbaru sudah dapat dipesan oleh konsumen dengan menyerahkan tanda jadi sebesar Rp5 juta. (mik)