"Kalo gue tipikal orang yang ngeliat konten yang mau gue bikin itu dari ngetes biasanya. Jadi dalam seminggu itu gue ada empat konten tetap. (Dua konten reguler) misalnya dua eksperimental," ujar pria yang kerap disapa Radit itu saat ditemui dalam konferensi pers di kediamannya di bilangan Cipete, Jakarta Selatan, Jumat (31/8).
"Dari yang eksperimental itu gue akan lihat, ini dimakan atau enggak? Kalau dimakan, gue bikin lanjutannya," lanjutnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Industri Media Hadapi Era Kecerdasan Buatan |
"Kayak kemarin gue bikin paranormal experience, ngomongin cerita hantu temen gue di Jogja, ternyata itu ramai banget sampai empat juta yang nonton," tuturnya.
Baru-baru ini, Radit bergabung dengan Penulis.id sebagai Chief Creative Officer. Melalui kerja sama tersebut, Radit berharap dapat membantu lebih banyak orang dalam mengatur konten digital mereka.
Sebab, menurutnya sosok seorang influencer atau key opinion leader (KOL) saja tidak cukup untuk membuat sesuatu produk atau jasa menjadi populer di dunia digital. Setiap KOL tetap harus dilengkapi dengan konten yang baik dan sesuai dengan keinginan audiens.
Sebab, konten yang kuat bisa membantu KOL menggiring opini orang lain untuk menjadi sama dengan opini mereka.
Penulis.id adalah sebuah perusahaan startup yang menyediakan layanan digital content marketing, mulai dari manajemen media sosial, pembuatan konten untuk website, hingga video untuk platform seperti YouTube.
Perusahaan yang berdiri sejak 2014 silam ini telah menangani bidang konten digital dari puluhan perusahaan dan merek di Indonesia. (eks/wis)