CEO Kwon Oh-hyun mengatakan Samsung mencoba untuk melakukan pendekatan yang berbeda dengan menghadirkan fitur-fitur terbaru ke ponsel mid-end.
Pria yang kerap disapa DJ Koh ini mengatakan strategi ini dilakukan untuk menarik perhatian generasi milenial yang membutuhkan ponsel harga menengah dengan fitur premium terbaru. Koh bahkan mengatakan Samsung akan merilis ponsel mid-end lebih dari sekali dalam satu tahun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ponsel mid-end Galaxy A adalah ponsel pertama yang akan mendapatkan keuntungan dari strategi Samsung yang terbaru ini. Menurut keterangan dari pihak Samsung seri Galaxy A teranyar, Galaxy A6 dipatok di angka Rp 3.799.000 dan Galaxy A6 Plus dipatok dengan harga Rp 4.899.000
Dalam kesempatan yang sama, pabrikan asal China seperti Huawei, Oppo, Vivo, dan Xiaomi menghadirkan perangkat dengan spesifikasi tinggi dengan harga yang lebih murah. Harga yang lebih murah ini memberi tekanan pada Samsung.
Samsung mencoba fokus ke beberapa pasar negara berkembang seperti India atau negara-negara di Asia Tenggara. Akan tetapi konsumen di negara-negara tersebut mengejar ponsel spesifikasi tinggi dengan harga murah. Dibandingkan dengan pasar di Amerika yang masih doyan ponsel flaghship, pasar di negara-negara Asia Tenggara dipandang sangat sensitif terkait harga. (evn)