Pria yang sama juga diduga menjadi pelaku cyberassault terhadap Sony Corp pada 2015. Dilansir dari Reuters, peretas asal Korea Utara tersebut masuk ke bank sentral Bangladesh pada 2016.
Park Jin Hyok bekerja sebagai bagian dari tim peretas, juga dikenal sebagai Lazarus Group telah mencoba meretas beberapa bisnis Amerika Serikat lainnya. Departemen Keuangan AS telah memberlakukan sanksi terhadap Park dan perusahaan yang berbasis di China tempat dia bekerja, Chosun Expo.
Lihat juga:Ransomware Masih Jadi Tren Serangan Siber |
Pada 2014, para pejabat AS mengatakan hacker Korea Utara yang tidak disebutkan namanya bertanggung jawab atas intrusi siber yang besar ke Sony, yang mengakibatkan kebocoran dokumen internal dan data yang dihancurkan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Park menggunakan serangkaian serangang online yang bersifat personal untuk platform media sosial, termasuk di Facebook dan Twitter. Dia mengirim tautan negatif ke individu yang terlibat dalam produksi The Interview.
Lihat juga:Menegakkan Kedaulatan Siber di Nusantara |
Tuduhan ke Korea Utara
Asisten Jaksa Agung dari Divisi Keamanan Nasional John Demers mengatakan bahwa untuk pertama kalinya Departemen Kehakiman AS telah resmi menuduh seorang hacker sehubungan dengan kejahatan cyber yang 'disponsori' oleh pemerintah Korea Utara.
Seorang pejabat senior Departemen Kehakiman mengatakan investigasi kriminal ke Park dan antek-anteknya masih berlangsung. Belum ada komunikasi antara AS dan pemerintah Korea Utara tentang kemungkinan ekstradisi, kata pejabat itu.0 (age/asa)