Dilansir dari AFP, para pelanggan yang memesan tiket dari tanggal 21 Agustus hingga 5 September yang mengalami pencurian data. Namun, perusahaan menjamin pencurian tidak meliputi nomor paspor dan perincian perjalanan.
"Rincian pribadi dan keuangan pelanggan yang membuat pemesanan di situs web dan aplikasi kami disusupi," kata Juru Bicara British Airways, Kamis (6/9).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada Mei 2017, maskapai mengalami kegagalan sistem komputer besar-besaran yang disebabkan oleh masalah pasokan listrik di dekat London Heathrow. Aksi ini membuat 75.000 pelanggan terlunta-lunta di bandara tersibuk di Eropa selama liburan akhir pekan.
Maskapai penerbangan itu telah meluncurkan penyelidikan dan memberi tahu polisi dan otoritas terkait lainnya. (afp&reuters/age)