Pajak Impor Baru, Harga Moge Kawasaki Naik Hingga Rp8 Juta

M. Ikhsan, CNN Indonesia | Jumat, 07/09/2018 12:31 WIB
Harga baru motor premium Kawasaki akan diputuskan sambil melihat reaksi pasar otomotif roda dua dalam negeri. Manajemen Kawasaki Motor Indonesia akan mengkaji ulang harga motor-motor CBU. (kawasaki.ch)
Jakarta, CNN Indonesia -- Sepeda motor mesin 500 cc ke atas masuk dalam draft tarif PPh Pasal 22 sebesar 10 persen dari sebelumnya 7,5 persen. Ketentuan baru bea masuk direncanakan mulai berlaku pekan depan atau tujuh hari setelah ditandatangani.

Salah satu pemain motor impor secara utuh dari luar negeri atau completely build up (CBU) adalah Kawasaki Motor Indonesia (KMI). Merek motor Jepang itu bahkan punya rencana untuk menaikkan harga jual motor besarnya mulai Rp6 juta sampai Rp8 juta imbas dari kenaikan PPh.

Namun menurut Head & Sales Marketing Kawasaki Motor Indonesia Michael C Tanady, kenaikan harga khusus moge Kawasaki tersebut masih tentatif dan belum bisa diprediksi kapan harga baru mulai berlaku.


"Kami masih wait and see, manajemen belum memutuskan (menaikkan harga). Jika harus menaikkan harga, untuk motor mesin 650 cc di bawah harga Rp200 juta akan ada kenaikan sebesar Rp6 juta. Kalau motor harga di atas 200 juta ada kenaikan Rp8 juta," kata Michael kepada CNNIndonesia.com melalui sambungan telepon, Jumat (7/9).

Michael memastikan nilai kenaikan harga moge Kawasaki tidak akan mengurangi minat beli konsumen. Selama ini ia mengamati bahwa pelanggan di segmen ini dikenakan tarif PPh 7,5 persen dinaikkan menjadi 10 persen tidak terpengaruh dari segi finansial.

"Konsumen ini segmen ini, walau harga naik, mereka tetap beli. Dan komposisi pembelian cash atau kredit, yakni pembelian tunai lebih banyak hingga sebesar 80 persen," ucap Michael.

Michael menjelaskan penjualan sepeda motor Kawasaki (impor dan CKD) sepanjang 2018 menunjukkan tren positif. KMI sanggup menjual 7 ribu unit motor per bulan, sementara 20-30 unit adalah moge Kawasaki.

"Dengan kapasitas penjualan 7.000 unit per bulan di luar itu kami rasakan tak banyak penjualan motor CBU Kawasaki," tutup Michael. (mik)
TOPIK TERKAIT
REKOMENDASI
LAINNYA DI DETIKNETWORK