Huawei Diduga Curangi Benchmark P20

Jonathan Patrick, CNN Indonesia | Jumat, 07/09/2018 20:09 WIB
Huawei Diduga Curangi Benchmark P20 Ilustrasi. (Foto: Aditya Panji)
Jakarta, CNN Indonesia -- Huawei tertangkap basah karena diduga melakukan kecurangan saat melakukan tes benchmark ponsel P20. Huawei memprogram P20 agar mendapatkan mencetak skor tinggi saat di bencmark melalui aplikasi bechmarking 3DMark.

Dilansir dari The Verge, kecurangan ini pertama kali ditemukan oleh AnandTech. Temuan ini juga dikonfirmasi oleh perusahaan pengembang 3DMark, UL. UL dalam sebuah pernyataan mengatakan Huawei juga berbuat curang dalam tes benchmark ke tiga ponsel besutannya, yakni P20 Pro, Nova 3, dan Honor Play.

Huawei sendiri mengakui performa ponsel ini dirancang untuk menyesuaikan performa sesuai dengan aplikasi yang sedang berjalan. Kendati demikian, UL mengatakan cara yang dilakukan Huawei itu tidak diizinkan. Ponsel memang bisa menyesuaikan kinerja ketika sedang bekerja dengan beban aplikasi yang tinggi.



Akan tetapi, UL menemukan ponsel ini tidak boleh diprogram untuk memaksimalkan performa dikhususkan hanya untuk aplikasi benchmark.

UL menemukan hal ini ketika melakukan benchmark 3DMark secara Internal. Huawei tidak mengenali aplikasi tersebut, dan ternyata hasil tes lebih buruk dibandingkan dengan pengujian normal. Ini membuktikan P20 tidak cukup cerdas untuk mengidentifikasi aplikasi dengan beban tinggi.

Dihapus di Papan Skor

Sebagai hukumannya UL akan menghapus P20, P20 Pro, Nova 3 dan Honor Play tersebut dari papan skor 3DMark. UL juga memberikan catatan pada situ web Huawei "Pabrikan tidak memenuhi aturan benchmark UL".

Huawei bukan pabrikan ponsel pintar yang pertama melakukan kecurangan dalam tes benchmark. Pada tahun lalu, Samsung One Plus juga melakukan kecurangan yang sama.


Kecurangan Huawei ini menunjukkan bahwa Huawei menjilat ludahnya sendiri. Huawei menyatakan selalu memprioritaskan pengalaman pengguna daripada mengejar skor tinggi di benchmark.

Benchmark memang tidak berhubungan dengan pengalaman pengguna. Benchmark memang menunjukkan performa ketika bermain gim, tapi tidak menunjukkan UX, seberapa mulusnya pergerakan swipping, seberapa cantiknya tampilan UI. (asa)