Jejak Bisnis Alibaba di Indonesia

Jonathan Patrick, CNN Indonesia | Senin, 10/09/2018 16:17 WIB
Jejak Bisnis Alibaba di Indonesia Ilustrasi. (Foto: REUTERS/Stringer)
Jakarta, CNN Indonesia -- Perusahaan teknologi raksasa asal China, Alibaba Group melakukan pergerakan bisnis di Indonesia sejak 2015 lalu. Investasi, ekspansi, merger hingga akuisisi dilakukan Alibaba untuk memanjangkan tangannya di tanah air.

Tak hanya bergerak di bidang e-Commerce, Alibaba mulai merambah bidang logistik, hingga fintech. Berdasarkan penutupan sahamnya pada Jumat, (7/9) lalu, Alibaba memiliki valuasi mencapai US$420,8 miliar atau sekitar Rp 6,28 kuadriliun.

Berdasarkan penelusuran CNNIndonesia.com dari berbagai sumber, berikut pergerakan bisnis Alibaba Group di Indonesia.


Pemilik Saham Minoritas di Tokopedia

Pada 17 Agustus 2017, Tokopedia mengungumkan perolehan investasi senilai USD1,1 miliar atau setara Rp14,9 triliun. Babak investasi ini akan dipimpin Alibaba Group dengan partisipasi dari pemegang saham Tokopedia yang sekarang.
Investasi ini akan menjadikan Alibaba Group sebagai pemegang saham minoritas di Tokopedia. Kerjasama ini diyakini mempermudah para penjual dan para mitra Tokopedia untuk mengembangkan usahanya ke seluruh daerah di Indonesia, dan dunia

Pemilik Saham Mayoritas di Lazada

Pada April 2016, Alibaba mengakuisisi 67% saham Lazada yang berbasis di Asia Tenggara senilai US$1 miliar atau sekitar Rp 14,9 triliun. Akuisisi menjadikan perusahaan besutan Jack Ma ini sebagai pemegang saham mayoritas di enam negara termasuk Indonesia.
Pada Juni 2017 Alibaba menambah suntikan modal ke Lazada Group dengan nilai serupa. Alibaba menggelontorkan US$2 miliar atau setara Rp29,8 triliun untuk Lazada Group di pasar Asia Tenggara.

Pada maret 2018, Alibaba menyuntik US$2 miliar sehingga total investasi Alibaba mencapai US$4 miliar di Lazada. Sebelum investasi ini, Alibaba memegang saham sebesar 83 persen di Lazada.

Kerja Sama dengan J&T Express

Pada 9 Mei 2017, Alibaba dan J&T Express melakukan kerja sama menghasilkan perusahaan J&T Alibaba. Kerja sama ini menjadikan J&T Express sebagai rekan untuk mensosialisasikan servis dari Alibaba, bukan sebagai mitra logistik.

Perusahaan ini didirikan karena di masa lalu, Alibaba mengalami kesulitan untuk menyentuh pemasok dari Indonesia. J&T Alibaba lebih fokus pada UKM furniture, pertanian, makanan, minuman, serta barang kerajinan tangan.
Investasi di layanan e-Money, True Money

Alibaba membentuk perusahaan Ant Financial secara resmi didirikan pada 2014. Ant Financial bertugas untuk mengelola layanan pembayaran milik Alibaba, yakni Alipay.

Pada tanggal 1 November 2016, Ant Financial memberikan pendanaan kepada perusahaan Ascend Money yang merupakan induk perusahaan dari layanan e-money True Money. True Money telah hadir di Indonesia sejak September 2015 setelah mengakuisisi pemilik lisensi e-money di Indonesia, Witami Tunai Mandiri.
Merger Layanan Pembayaran Lazada, HelloPay

Sejak 2016, Alibaba telah memiliki saham minoritas Lazada di Asia Tenggara. Lazada sejak itu mulai mengintegrasikan layanan milik Alibaba ke layanan Lazada. Salah satunya, pada 19 April 2017 Ant Financial selaku pengelola Alipay melakukan merger dengan HelloPay Group yang notabene merupakanan layanan pembayaran online yang dimiliki oleh Lazada.

Setelah merger itu, HelloPay akan mengbah namanya menjadi Alipay dengan embel-embel nama negara tempat beroperasi seperti Alipay Indonesia, Alipay Filipina, Alipay Malaysia, Alipay Singapura.

[Gambas:Video CNN] (age/age)