Hyundai Tinjau Ulang Produksi SUV di Indonesia

fea, CNN Indonesia | Jumat, 14/09/2018 15:14 WIB
Hyundai Tinjau Ulang Produksi SUV di Indonesia Logo Hyundai. (Foto: Drew Angerer/Getty Images/AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Rencana Hyundai di Indonesia memproduksi SUV ditinjau ulang. Sejak awal tahun ini, Hyundai Mobil Indonesia sudah diketahui punya rencana itu namun strategi perlu dipikirkan lagi setelah Presiden Joko Widodo berkunjung ke Korea Selatan pada awal pekan ini.

Dari hasil kunjungan itu Jokowi membawa pulang lebih dari 15 nota kesepemahaman, enam komitmen investasi antarswasta, dan satu nota kesepemahaman soal investasi antara Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) dengan Hyundai Motor Company. Nilai seluruhnya disebut sebesar US$6,2 miliar atau sekitar Rp81,7 triliun.


Meski begitu angka investasi Hyundai Motor Company di Indonesia masih misterius sebab tidak ada pihak yang secara resmi menyatakan jumlahnya. Gambaran besarannya datang dari keterangan Ketua Gaikindo Yohannes Nangoi yang mengungkap investasi itu bakal digunakan untuk mendirikan pabrik baru Hyundai di Indonesia dengan kapasitas terpasang 200.000 unit per tahun.


Mukiat Sutikno, Presiden Direktur Hyundai Mobil Indonesia sebagai distributor kendaraan Hyundai di dalam negeri menjelaskan investasi itu akan menjadi terbesar yang pernah dikeluarkan Hyundai Motor Company untuk kawasan Asia Tenggara.

Investasi bakal digunakan untuk membangun pabrik "full manufacturing"yang memiliki fasilitas seperti pembuatan bodi dan rantai pasokan komponen. Pabrik seperti itu dikatakan belum ada di Asia Tenggara. Setidaknya realisasi investasi baru terasa pada 2020, sebut Mukiat.


Rencana investasi besar itu ternyata mempengaruhi strategi Agen Pemegang Merek Hyundai di Indonesia, Hyundai Indonesia Motor, memproduksi secara Completely Knock Down (CKD) model SUV di pabrik mereka di Bekasi, Jawa Barat. Pabrik Bekasi merupakan hasil investasi sendiri, bukan berasal dari Hyundai Motor Company.

Hyundai pernah memproduksi banyak model di Indonesia, yaitu Atoz, Trajet, Accent, Elantra, Avega, dan i20. Namun saat ini pabrik hanya mencetak massal H-1 sejak 2009 yang selain dijual domestik juga diekspor ke Asia Tenggara.

Kapasitas pabrik Bekasi sebesar 26.000 unit per tahun dan punya dua jalur produksi. Hyundai Indonesia Motor ingin kedua jalur berjalan sebab itu rencana produksi SUV muncul.

Pilihan model SUV untuk diproduksi belum pernah diungkap resmi. Saat ini model SUV Hyundai yang ditawarkan di Indonesia adalah Tucson dan Santa Fe. Ada kemungkinan keputusan jatuh untuk SUV kecil Creta yang sudah diproduksi di India, namun belum ada representatif yang mengonfirmasi.


Deputi Direktur Hyundai Mobil Indonesia Hendrik Wiradjaja menjelaskan rencana CKD SUV masih tetap berjalan. Saat ini kondisinya studi masih dilakukan untuk menentukan model, persiapan kandungan lokal, dan proses produksi yang dikoordinasikan dengan Hyundai Motor Company.

"Nah sekarang dengan rencana baru, yaitu adanya investasi dari Hyundai Motor Company, tentunya mesti ditinjau ulang lagi. Namun yang pasti produk CKD dari pabrik perakitan Hyundai di Pondok Ungu, Bekasi, akan terus atau tetap berjalan," ucap Hendrik.

Menurut Hendrik, proyek produksi SUV di Indonesia rencananya mulai berjalan pada 2019.   (fea)