Mobil Otonom Rentan Dibajak 'Hacker'

TIM, CNN Indonesia | Senin, 17/09/2018 14:51 WIB
Mobil Otonom Rentan Dibajak 'Hacker' Ilustrasi mobil otonom. (Foto: Reuters)
Jakarta, CNN Indonesia -- Produsen teknologi asal Kanada, Blackberry, mengungkap bahwa mobil otonom rentan diretas kemudian diubah menjadi "senjata". Hal itu diungkap oleh sang CEO perusahaan yang dikenal menghasilkan ponsel pintar tersebut, John Chen.

Chen menjelaskan, teknologi otonom diprogram menggunakan kode-kode yang lebih banyak dari pesawat tempur. Dari situ dia menilai mobil otonom bakal menjadi target para peretas, mengeksploitasi kelemahannya untuk kemudian disusupi virus. 

"Sebuah mobil dapat dengan mudah terinfeksi virus dan kemudian menjadi senjata. Jika peretas bisa bertahan, Anda bisa membayangkan apa yang mampu mereka lakukan," kata Chen seperti diberitakan The Telegraph pekan lalu.



Chen mengatakan bisa membuat mobil yang 90 persen bebas virus. Namun ketika sudah dipakai konsumen dan digunakan di jalan, mobil-mobil itu seharusnya diperiksa berkala.

Mobil otonom, dengan visi tidak lagi memerlukan sopir di belakang kemudi, bisa dikomersialisasi paling tidak lima tahun dari sekarang, jelas Chen. Prediksi itu berbeda dari berbagai perusahaan teknologi canggih lain yang memperkirakan komersialisasi bisa terjadi lebih cepat.

Menurut Chen, masih banyak tantangan yang perlu diatasi sebelum mobil otonom bisa digunakan massal.


"Regulasi dan keselamatan dan teknologi keamanan perlu dikembangkan dengan baik sebelum saya pikir siapapun mengizinkan mobil ini di jalanan. Mobil otonom masih punya banyak 'human error' dan kontrol keselamatan," ucap Chen.

Disebutkan juga, mobil otonom menjadi tantangan tersendiri buat perusahaan asuransi dan regulator karena masih belum jelas siapa yang harus diputuskan bersalah bila terjadi kecelakaan.

Saat ini Blackberry sedang bekerja sama dengan perusahaan pencari di internet asal China, Baidu, mengembangkan teknologi otonom. (fea)


BACA JUGA