Dilansir dari ABC, langit yang gelap menunjukkan debu masih menutupi atmosfer pada 9 Agustus ketika foto panorama diambil oleh kamera Curiosity.
Curiosity berukuran mobil Mini Cooper dilengkapi 17 kamera dan lengan robot yang dilengkapi dengan peralatan dan instrumen khusus.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Ilmuwan NASA Ashwin Vasavada, baru kali ini Curiositity menemukan komposisi batu yang unik dan beragam. Curiostity belum pernah menemukan tempat dengan begitu banyak variasi warna dan tekstur.
Berhasil Ambil Sampel
Sampel terbaru yang diambil dari bukit itu merupakan terobosan baru bagi tim Curiosity. Pasalnya dua upaya terakhir Curiosity untuk mendapatkan sampel gagal karena batuan yang sangat keras.
Lihat juga:SpaceX Bakal Kirim Plesiran Pertama ke Bulan |
Ternyata teori para ilmuwan benar dan mereka berhasil mendapatkan sampel batu yang berharga untuk dijadikan sebagai penelitian lebih lanjut.
Vasavada mengatakan air tanah yang pernah ada di masa lalu bisa memperkuat batu. Bukit mengandung banyak hematit, mineral yang ditemukan dalam kandungan air, sehingga itu menarik perhatian NASA. NASA ingin mengetahui penyebab batu bisa menjadi sangat keras. (jnp/age)