Otomotif Jerman Diduga Sekongkol Batasi Teknologi 'Hijau'

Tim, CNN Indonesia | Rabu, 19/09/2018 17:27 WIB
Otomotif Jerman Diduga Sekongkol Batasi Teknologi 'Hijau' Kantor Pusat Volkswagen di Jerman. (Foto: REUTERS/Axel Schmidt)
Jakarta, CNN Indonesia -- Regulator antitrust (antipakat) Komisi Eropa menggelar investigasi mendalam terkait dugaan persekongkolan Daimler, BMW, dan grup Volkswagen (Volkswagen, Audi, dan Porsche). Para perusahaan itu, yang disebut 'lingkar lima' oleh Komisi Eropa, dicurigai telah mencapai kesepakatan tertentu untuk membatasi pengembangan teknologi ramah lingkungan pada kendaraan.

"Komisi menginvestigasi apakah BMW, Daimler, dan VW setuju untuk tidak bersaing satu dengan yang lainnya pada pengembangan dan ketersediaan sistem penting untuk mengurangi polusi berbahaya pada mesin bensin dan diesel kendaraan penumpang," ucap Komisioner Margrethe Vestager, dalam keterangan resmi, Selasa (18/9).

"Teknologi ini berguna membuat mobil penumpang lebih tidak berbahaya untuk lingkungan. Bila terbukti, kolusi ini memungkinkan menghilangkan kesempatan konsumen membeli mobil berpolusi rendah, di samping teknologi itu sebenarnya tersedia pada para manufaktur," lanjut Vestager.


Komisi Eropa mengatakan teknologi yang terlibat meliputi selective catalytic reduction (SCR) yang berfungsi mengurangi emisi nitrogen oxides (NOx) dari mesin diesel dan Otto' particulate filters (OPF) yang kerjanya mengurangi partikel tertentu pada mesin bensin.


Reuters menjelaskan Komisi Eropa juga mencurigai lingkar lima telah mendiskusikan hal teknis lain, seperti penyeragaman komponen mobil dan prosedur pengujian. Meski begitu tidak ditemukan bukti kuat pertemuan itu sebagai persekongkolan.

Dikatakan juga tidak ada indikasi lingkar lima secara illegal berkordinasi menggunakan perangkat curang untuk mengakali uji tipe. Volkswagen pernah mengakui menggunakan perangkat curang pada kendaraan diesel, kasus itu dikenal sebagai dieselgate.

Volkswagen dan Daimler, yang mengklaim status sebagai pelapor pelanggaran mengatakan bakal bekerja sama dengan Komisi Eropa. Sedangkan BMW mengatakan akan terus mendukung kebijakan Uni Eropa.


Cemari Citra Merek Eropa

Merespons investigasi Komisi Eropa, Grup kampanye Transport & Environtment mengatakan sudah waktunya penegak hukum untuk melakukan tindakan. 

Langkah itu dirasa perlu ditempuh, khususnya setelah industri otomotif di Eropa harus membayar denda hingga miliaran Euro akibat kampanye perbaikan komponen bermasalah (recall) pada tingkat global.

"Industri otomotif dulunya merupakan permata di mahkota industri Eropa, tetapi reputasi global ini telah tercemar dan tidak lagi bisa dipercaya," keluh Greg Archer, salah satu direktur di Transport & Environtment. (fea)