"Janji tersebut dibuat berdasarkan premis (asumsi) dari hubungan kerja sama yang bersahabat dan perdagangan yang rasional. Premis ini sudah tidak ada hari ini, jadi kami tidak bisa memenuhi janji kami," ujar Jack Ma dilansir dari CNBC, Kamis (20/9).
Pada tahun lalu, tepat sebelum inaugrasi Donald Trump sebagai Presiden, perusahaan teknologi raksasa asal China ini berjanji dalam waktu lima tahun bisa membuka lima juta lapangan kerja di Amerika.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada hari Senin lalu, Amerika Serikat mengumumkan kenaikan tarif impor terhadap produk buatan China senilai US$ 250 miliar atau sekitar Rp 3,7 kuadriliun. Kedua negara gagal mencapai kata sepakat untuk menyelesaikan kekhawatiran Trump terhadap praktik perdagangan China.
Lihat juga:Alibaba Bakal Buka e-Commerce di Rusia |
"Perdagangan ini bukan sebuah senjata dan seharusnya tidak digunakan untuk memulai perang. Seharusnya perdagangan didorong untuk perdamaian," kata Jack Ma.
Pada Juni tahun lalu, Jack Ma berbicara dalam konfrensi di Detroit yang bertujuan untuk meyakinkan bisnis UKM di Amerika bahwa China merupakan pasar bagi mereka. (jnp/evn)