Fitur ini sebenarnya sudah lama ditentang oleh pimpinan perusahaan, namun diharapkan bisa memberikan 'angin segar' untuk kolom feed yang belakangan kurang digemari ketimbang fitur Stories.
Saat ini, fitur yang kabarnya mengusung nama 'seamless sharing' atau berbagi tanpa hambatan disebut akan masuk dalam jajaran menu '...' yang berada di bagian kanan atas setiap postingan pengguna.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Belum diketahui kapan pastinya Instagram bakal merilis fitur seamless sharing. Hingga sekarang, fitur itu disebut masih terlihat kasar dan belum dipoles dengan desain menarik khas Instagram. Hal ini mungkin berarti seamless sharing masih berada pada tahap awal pengembangan, dan masih memiliki kemungkinan untuk 'digugurkan kelahirannya.'
Menurut Systrom, fokus dan inti dari platform yang mereka bangun adalah tentang bagaimana mengisi timeline pengguna dengan orang-orang yang mereka kenal, bukan tentang memfasilitasi pengguna untuk menunjukkan hal lain kepada orang-orang yang mereka kenal.
Mengutip The Verge, fitur seamless sharing juga dikhawatirkan dapat memicu munculnya konsekuensi negatif seperti berita palsu dan kampanye yang memengaruhi pengguna.
Pasalnya, hal-hal tersebut tengah diperangi oleh perusahaan induk Instagram, Facebook pascaskandal pemilihan presiden AS pada 2016 lalu.
Tahun ini, Instagram mulai mengendorkan peraturannya terkait membagikan posting ketika pengguna dapat membagikan Stories yang di dalamnya terdapat mention untuk akun mereka. Dengan batasan tersebut, Instagram ingin menjaga nilai kedekatan yang diusung oleh fitur Stories. (rbc/evn)