Tips Otomotif

Cara Merawat Mobil Harga Miliaran Rupiah yang Jarang Dipakai

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 22/09/2018 19:46 WIB
Cara Merawat Mobil Harga Miliaran Rupiah yang Jarang Dipakai Jangan sampai, mobil dengan banderol tinggi tersebut rusak bahkan menjadi sarang tikus. (REUTERS/Denis Balibouse)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mobil premium harga miliaran rupiah menjadi dambaan banyak orang, di antaranya Porsche, Lamborghini, Ferrari. Dengan harga 'selangit', banyak pemilik hanya menjadikan mobilnya penghias garasi berminggu-minggu.

Sebaiknya para pemilik mobil premium tetap harus melakukan perawatan berkala. Jangan sampai, mobil dengan banderol tinggi tersebut rusak atau malah menjadi sarang tikus.

Manajer Pelatihan Teknis Porsche Indonesia Yosep Kuma mengatakan, untuk menjaga agar mobil tetap dalam kondisi prima saat kapan saja ingin digunakan, pemiliknya harus rutin memanaskan mesin mobil, setidaknya seminggu sekali.



Rutin menyalakan mesin kendaraan ini sekaligus 'merawat' kelistrikan mobil dan membiarkan pelumas melumasi komponen bergerak di dalam mesin.

"Selain baterai, itu juga untuk menjaga kondisi bagian yang bergerak pada engine, baik yang di bagian dalam maupun di luar engine ya," ungkap Yosep saat dihubungi CNNIndonesia.com, Sabtu (22/9).

Di samping itu, jangan lupakan servis rutin meski mobil jarang digunakan. Mengacu pada buku servis, yaitu enam bulan sekali atau per 10 ribu km tergantung yang mana dulu tercapai.


Kemudian, mengganti pelumas mesin jika tiba waktunya. Ia menjelaskan ada beberapa parameter untuk pergantian pelumas seperti jarak tempuh (kilometer), hingga penurunan kualitas oli karena kondensasi atau perubahan wujud.

"Memang ada ketentuan dari setiap produk selain memperhitungkan kilometer juga jangka waktu tergantung tingkat temperatur dan kelembaban sebuah wilayah. Di Indonesia berlaku setiap enam bulan. Meski jarang dipakai atau berstatus premium sama saja karena oli pakai yang sintetis," ucapnya.

Terakhir, ia menyarankan tempat penyimpanan mobil premium harus bersih, tidak ada genangan air, dan jauh dari binatang pengerat seperti tikus karena tikus bisa memutuskan kabel-kabel. Menyambung kabel memang tidak sulit, namun ditakutkan menyembabkan korsleting di tengah jalan.

"Jangan sampai nantinya mobil malah jadi sarang tikus, bahaya karena bisa merusak kabel atau peralatan lainnya," ujar Yosep.

(ryh/mik)