Netizen Cuitkan Nasib Petani di Tengah Isu Impor Beras

Tim, CNN Indonesia | Senin, 24/09/2018 14:46 WIB
Netizen Cuitkan Nasib Petani di Tengah Isu Impor Beras Ilustrasi petani. (Foto: CNN Indonesia/Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia -- Warganet mencuitkan soal kesejahteraan petani di tengah persoalan impor beras pada Hari Tani Nasional pada 24 September. Hari Tani Nasional menjadi salah satu topik yang diperbincangkan di Twitter dengan #HariTaniNasional.

Sebelumnya, Kementerian Perdagangan dan Badan Urusan Logistik (Bulog) berbeda pendapat soal impor beras. Kementerian menilai impor beras dilakukan terkait dengan kebutuhan domestik, sementara Bulog bersikeras impor tak perlu karena stok beras cukup.

Rio Surya Pratama yang memiliki akun @shure_ea menyatakan nasib kesejahteraan petani harus diperhatikan. Warganet lainnya juga mengkritik soal impor beras yang masih dilakukan hingga persoalan alih fungsi lahan.








Akun lainnya juga menuturkan petani adalah profesi yang harus dimuliakan.


Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) mencatat konflik tanah masih terus meningkat. KPA mencatat ada 659 konflik agraria sepanjang 2017. Angka itu meningkat jika dibandingkan 2016 yang mencapai 450 konflik.

Konflik sepanjang 2017 terjadi di lahan seluas 520.491 hektare dan menyebabkan sedikitnya 652.738 kepala keluarga terdampak.


Sektor perkebunan masih menjadi penyumbang utama konflik agraria di Indonesia dengan 208 konflik atau 32 persen. Jenis perkebunannya mulai dari perkebunan eks kolonial Belanda hingga perkebunan modern.
(asa)