Tanpa Insentif Mobil Hibrid Mercy Meluncur di Indonesia 2019

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 25/09/2018 11:05 WIB
Tanpa Insentif Mobil Hibrid Mercy Meluncur di Indonesia 2019 Mercy dipastkan meluncurkan mobil hybrid pada 2019. (REUTERS/Esha Vaish)
Jakarta, CNN Indonesia -- Mercedes-Benz Indonesia mengumumkan semester pertama 2019 merupakan waktu yang tepat untuk meluncurkan sedan hibrid E 350 e Electric Intelligence (EQ). 

Deputy Director, Marketing Communication Mercedes-Benz Distribution Indonesia (MBDI) Hari Arifianto mengatakan peluncuran mobil ramah lingkungan Mercy akan dilakukan meski pemerintah belum mengumumkan keputusan tentang harmonisasi Pajak Penjualan atas Barang Mewah (PPnBM) yang sudah diajukan Kementerian Perindustrian (Kemenperin).

Skema baru PPnBM yang dihitung berdasarkan emisi gas buang kendaraan telah dibuka kepada publik oleh Kemenperin pada Agustus 2018. PPnBM baru itu di antaranya menaungi program Low Cost Green Car (LCGC) jilid dua, Low Carbon Emission Vehicle (LCEV), serta flexy dan Compressed Natural Gas (CNG).



Misal pada program LCEV, bila kadar emisi CO2 kendaraan di bawah 100 gram per km maka dikenakan PPnBM nol persen, jika emisi CO2 sebesar 101-102 gram per km dikenakan dua persen, dan 126-150 gram per km sebesar lima persen. Aturan tersebut berlaku untuk mobil hibrid dengan mesin bakar kategori di bawah 1.500 cc dan 1.500 cc sampai 3.000 cc. 

Skema baru PPnBM itu dianggap sebagai insentif pajak untuk para penjual kendaraan di dalam negeri. Tujuan harmonisasi PPnBM ini untuk meningkatkan pasar kendaraan berteknologi canggih dan ramah lingkungan sekaligus menumbuhkan segmen kendaraan yang selama ini kurang perhatian seperti sedan. 

"Tapi kalau belum ada juga insentif, kami tetap akan jualan. Itu untuk menunjukan komitmen kami," kata Hari di acara peresmian pengisian daya mobil listrik Mercedes-Benz di kawasan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (24/9).


Menurut Hari pihaknya sangat menyadari bahwa menjual sedan impor dengan dua sumber penggerak, listrik dan mesin bensin, terbebani berbagai aturan hingga harga jualnya terkerek naik. E Class yang dijual di Indonesia rata-rata harganya Rp 1,3 miliar, bila ditambahkan teknologi hibrid banderolnya diprediksi paling tidak Rp1,9 miliar.

"Itu harganya bisa sama seperti seri S Class, Rp2,1 miliar. Tapi tentu hukum pasar akan berlaku di mana harga mahal, volume tidak besar," ujarnya.

(ryh/mik)