Twitter Ajak Pengguna Buat Aturan Komentar Tak Manusiawi

AFP, CNN Indonesia | Kamis, 27/09/2018 10:07 WIB
Twitter Ajak Pengguna Buat Aturan Komentar Tak Manusiawi Ilustrasi. (Foto: AFP PHOTO / JONATHAN ALCORN)
Jakarta, CNN Indonesia -- Twitter mengajak pengguna untuk membantu mereka menyusun larangan komentar yang merendahkan orang. Perubahan kebijakan yang telah dikerjakan Twitter selama beberapa bulan dimaksudkan untuk memperluas pembatasan konten berbau kebencian di layanan tersebut. Mereka pun menyertakan pembatasan tweet yang menyinggung ras, agama, orientasi seksual, atau pengelompokan sosial lainnya.

"Bahasa yang membuat seseorang tidak manusiawi dapat berakibat buruk terhadap layanan, termasuk normalisasi kekerasan serius," Vijaya Gadde dan Del Harvey dari Tim Twitter dalam blog resmi Twitter.

"Kami ingin memperluas kebijakan perilaku kebencian kami untuk memasukkan konten yang merendahkan orang lain berdasarkan keanggotaan mereka dalam kelompok yang dapat diidentifikasi, bahkan ketika materi tidak termasuk target langsung."


Kebijakan Twitter sudah melarang komentar yang mempromosikan kekerasan atau ancaman berdasarkan diskriminasi. Kali ini, Twitter meminta umpan balik dari pengguna di seluruh dunia mengenai kata-kata yang akan digunakan dalam amandemen kebijakan.

"Kami ingin tanggapan pengguna untuk memastikan kami mempertimbangkan perspektif global dan bagaimana kebijakan ini dapat memengaruhi komunitas dan budaya yang berbeda," kata Gadde dan Harvey.

Co-Founder Twitter Jack Dorsey awal bulan ini mengatakan kepada anggota parlemen AS bahwa layanan yang berbasis di San Francisco "tidak siap dan tidak dilengkapi dengan baik" untuk kampanye besar dari manipulasi yang mempengaruhi media sosial dalam beberapa tahun terakhir.

"Kami tidak bangga dengan bagaimana pertukaran informasi bebas dan terbuka itu telah digunakan dan digunakan untuk mengalihkan perhatian dan misahkan orang, dan bangsa kami," katanya kepada para senator.

"Kami menemukan diri kami tidak siap dan tidak memiliki perlengkapan untuk masalah yang kami terima."

Dorsey mengatakan Twitter telah meningkatkan upayanya untuk melindungi apa yang ia sebut sebagai "alun-alun publik yang sehat" tetapi tantangan itu menakutkan. (age/age)