Dilansir dari CNNMoney, pertemuan tersebut dihadiri oleh Facebook, Twitter, Microsoft hingga Google. Pertemuan ini menjadi penting karena saat ini media sosial menjadi salah satu ladang penyebaran kebencian dan hoaks.
Perusahaan-perusahaan, terutama Facebook dan Twitter telah dikritik karena platform mereka digunakan untuk menyebarkan informasi yang salah selama pemilihan presiden 2016, terutama oleh entitas Rusia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Awal pekan ini, Facebook mengatakan telah menurunkan 652 profil dari akun dan kelompok yang diidentifikasi sebagai bagian dari kampanye disinformasi terkoordinasi yang memiliki hubungan dengan negara-negara asing, termasuk Iran dan Rusia.
BuzzFeed melaporkan bahwa Kepala Kebijakan Keamanan Siber Facebook, Nathaniel Gleicher, mengundang karyawan dari selusin perusahaan teknologi ke pertemuan yang diadakan di kantor pusat Twitter, San Fransisco.
Secara terpisah Jumat, Departemen Keamanan Dalam Negeri dan FBI mengadakan briefing dengan pejabat pemilihan dan Facebook serta Microsoft untuk membahas tindakan yang diambil oleh kedua perusahaan dalam memerangi ancaman asing. (cnn/age)