Rosen mengatakan hanya 'token' yang digunakan laiknya kunci digital untuk mengakses akun pengguna yang sempat berupaya diretas. Token memungkinkan pemegangnya secara otomatis masuk kembali ke akun jejaring sosial mereka.
Selain informasi mengenai password, Rosen mengatakan peretas diketahui tertarik untuk mengambil sejumlah informasi seperti nama, jenis kelamin, dan kota asal pengguna Facebook. Namun belum diketahui motif di balik ketertarikan sang peretas terhadap informasi-informasi tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:50 Juta Akun Facebook Diretas |
Rosen mengatakan aksi peretasan kali ini tergolong kompleks, lantaran membutuhkan proses yang terhitung rumit. Ia juga mengatakan pihaknya belum bisa menyimpulkan siapa dalang di balik aksi peretasan ini.
Sebelumnya diketahui ada 50 juta akun pengguna Facebook yang diretas pada akhir pekan lalu. Zuck mengatakan pihaknya menemukan ada kejanggalan sejak Selasa (25/9), meski mengklaim telah berhasil menambal kekacauan tersebut pada Kamis (27/9).
"Ini merupakan masalah serius. Hanya kami tidak tahu apakah ada akun yang benar-bear disalahgunakan oleh para peretas," ungkap Zuck. (evn)