8 'Samurai' Jepang Hadapi Bencana Gempa dan Tsunami

Tim, CNN Indonesia | Kamis, 04/10/2018 08:07 WIB
8 'Samurai' Jepang Hadapi Bencana Gempa dan Tsunami Jepang dikenal sebagai negara yang dilanda bencana alam, namun juga siap menghadapinya. Ada delapan langkah yang dilakukan warga negara tersebut. (Foto: REUTERS/Kyodo)
Jakarta, CNN Indonesia -- Jepang dikenal sebagai negara yang kerap dilanda bencana alam, namun juga siap menghadapinya. Pada 2011 misalnya, negara itu dihantam Tsunami yang menewaskan 19 ribu jiwa. Lainnya, topan Trami juga menewaskan puluhan orang pada September lalu.

Namun hal itu tak membuat warga negara Matahari Terbit itu surut. Sejumlah hal yang dilakukan oleh Jepang dalam menghadapi bencana di antaranya adalah melalui teknologi. Dilansir dari Culture Trip, sedikitnya ada delapan upaya yang dilakukan oleh warga dan pemerintah Jepang.

Bangunan Tahan Gempa
Mengingat intensitas gempa bumi yang menimpa, Jepang membangun seluruh rumahnya untuk mampu menahan getaran gempa bumi. Sekitar 87 persen bangunan di Tokyo sudah mampu menahan gempa bumi.


Penambahan Sistem Peringatan pada Perangkat Pintar
Setiap perangkat pintar di Jepang sudah dipasang sistem peringatan darurat mengenai gempa dan Tsunami. Peringatan ini akan berbunyi hingga tanda-tanda bahaya hilang.

Pembaruan Sistem Pada Kereta
Jepang merupakan negara yang didominasi oleh kendaraan transportasi kereta api dan kereta cepat Shinkansen. Untuk memastikan keselamatan seluruh penumpang, Jepang melengkapi kereta miliknya dengan sensor gempa.

Siaran Televisi
Saat gempa bumi terjadi, seluruh saluran TV Jepang secara langsung akan beralih ke siaran peringatan gempa. Hal ini dilakukan untuk memastikan seluruh masyarakat Jepang mengetahui gempa atau Tsunami.

Pendidikan Proses Evakuasi
Sama seperti sekolah lain yang mengadakan pelatihan pemadaman darurat, sekolahan di Jepang menambahkan pelatihan gempa bumi. Sejak usia dini, warga Jepang sudah dilatih untuk melindungi diri mereka masing-masing dari bencana alam.

Museum Peringatan Gempa Bumi
Selain memberikan pengetahuan tentang cara mengevakuasi diri dan memperbarui sistem, Jepang juga membangun museum, Kobe Earthquake Memorial Museum. Isinya, catatan peristiwa gempa besar yang menimpa Kobe pada 1995. Peristiwa tersebut menewaskan 5 ribu orang dan menghancurkan puluhan ribu rumah.

Paket Bertahan Hidup
Setiap rumah di Jepang menyiapkan perlengkapan ketika terjadi bencana alam. Hampir seluruh rumah diberikan tas yang berisi perlengkapan bertahan hidup seperti air, jatah makanan, sarung tangan, masker wajah hingga alat untuk mendapatkan informasi seperti radio.

Terowongan Air
Salah satu upaya yang dilakukan oleh Jepang adalah dibuatnya terowongan air (Water Discharge Tunnel). Terowongan ini akan menampung genangan air yang diakibatkan oleh banjir atau Tsunami, dan distribusikan ke Sungai Edo, Jepang. Pembangunan ini membutuhkan waktu 13 tahun dan memakan biaya kurang lebih US$3 miliar.

(JEF/asa)