Kepala Operasional Otomoto Susi Irawaty menyampaikan salah satu faktor yang membuat motor bekas jadi lebih murah adalah modifikasi. Modifikasi memang lumrah dilakukan, namun rata-rata motor modifikasi menggunakan aksesori bukan komponen orisinal yang bisa mempertahankan harga motor.
"Kalau original bisa (naik harga), misalnya aksesori buatan APM (Agen Pemegang Merek). Itu bisa," kata Susi saat ditemui di kawasan Mh Thamrin, Jakarta Pusat beberapa waktu lalu.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Avanza, Mobil Masyarakat Penerus Kijang |
"Seperti motor suspensi dipendekin, terus ganti handle rem tapi malah buat kinerjanya tidak pakem. Pokoknya yang menggangu fungsionalitas," ucapnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Andri melanjutkan bahwa poin ketiga adalah keaslian dan kondisi mesin. Mesin motor yang sudah 'cacat' karena modifikasi dipastikan menurunkan harga jual motor bekas.
"Engine bisa jadi yang nilainya paling signifikan untuk mengurangi harga," ungkap Andri.
Lihat juga:Bandit Paksa Suzuki Revisi Desain GSX-S 150 |
Untuk menanggapi kondisi ini, dikatakan Andri, konsumen perlu pihak ketiga yang bisa dipercaya, salah satunya fitur Smart Inspection pada aplikasi Otomoto.
Fitur tersebut akan menghubungkan pemilik motor dengan mekanik untuk mengikuti serangkaian pengecekan. Adapun laporan inspeksi tersebut nantinya bakal dibagi ke dalam lima kategori A, B, C, D, dan E yang dapat digunakan sebagai acuan harga pemilik sepeda motor.