Hingga 2021, BBM Euro 4 Pertamina Cuma Pertamax Turbo

Tim, CNN Indonesia | Jumat, 12/10/2018 10:23 WIB
Hingga 2021, BBM Euro 4 Pertamina Cuma Pertamax Turbo Pasokan BBM Euro 4 hanya disuplai dari kilang Balongan, Indramayu. (Foto: CNN Indonesia/Andry Novelino)
Jakarta, CNN Indonesia -- Referensi Bahan Bakar Mesin (BBM) kendaraan Euro 4 saat ini di Indonesia bisa dikatakan hanya ada satu, yaitu Pertamax Turbo dari Pertamina. Kesimpulan ditimang dari kemampuan distribusi perusahaan pelat merah itu hingga memudahkan konsumen di seluruh Indonesia mendapatkan BBM Euro 4.

Euro 4 untuk kendaraan bermesin bensin ditetapkan berlaku pada 7 Oktober 2018, sesuai Peraturan Menteri (Permen) Lingkungan Hidup dan Kehutanan Nomor 20 Tahun 2017 tentang baku mutu emisi gas buang kendaraan. Dalam aturan itu disebutkan ada empat referensi BBM untuk Euro 4, yaitu:

1. Cetus api (bensin) dengan parameter: RON minimal 91 (sembilan puluh satu), kandungan timbal (Pb) minimum tidak terdeteksi dan kandungan sulfur maksimal 50 (lima puluh) ppm.


2. Kompresi (diesel) dengan parameter: Cetane Number minimal 51 (lima puluh satu), kandungan sulfur maksimal 50 (lima puluh) ppm dan kekentalan
(viscosity) paling sedikit 2 (dua) mm2/s dan maksimal 4,5 (empat koma lima) mm2/s.

3. Cetus api dan kompresi (LPG) dengan parameter: RON minimal 95 (sembilan puluh lima), kandungan sulfur maksimal 50 (lima puluh) ppm.

4. Cetus api dan kompresi (CNG) dengan parameter: C1+C2 minimal 62 persen (enam puluh dua perseratus) vol, relative density pada suhu 280C minimal 0,56 (nol koma lima puluh enam).


Direktur Pengendalian Pencemaran Udara Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Dasrul Chaniago menjelaskan Pertamax Turbo saat ini merupakan satu-satunya BBM Euro 4 yang bisa disediakan Pertamina.

Sebelum Euro 4 berlaku, kualitas Pertamax Turbo tidak sesuai Euro 4 atau mengikuti Permen LHK Nomor 20 Tahun 2017.

Kualitas jadi sesuai setelah Keputusan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Nomor 0177.K/10/DJM.T/2018 tentang Standar dan Mutu (Spesifikasi) Bahan Bakar Minyak Jenis Bensin (Gasoline) RON 98 ditetapkan.

Dalam Keputusan Dirjen Migas itu ditetapkan BBM RON 98 (Pertamax Turbo) wajib memiliki kandungan sulfur maksimal 50 ppm hingga sesuai Euro 4.

"Sebelumnya kan belum. Kalau sudah ngapain kita tiga tahun ngurusi BBM itu. Yang penting itu menurunkan sulfur jadi di bawah 50 ppm. Kan itu yang bikin lama," ucap Dasrul.

Menurut Dasrul, sampai Agustus lalu Pertamax Turbo baru tersedia di 825 SPBU Pertamina. Dikatakan Pertamina berjanji sampai akhir tahun ini SPBU yang menyediakan BBM Euro 4 tersedia sampai Papua.


Pertamax Turbo Sampai 2021


Adiatma Sardjito, Vice President Corporate Communication Pertamina mengonfirmasi, pihaknya sampai saat ini hanya menyiapkan satu jenis BBM Euro 4, yakni Pertamax Turbo. Bahkan dikatakan tidak ada BBM Euro 4 lain dari Pertamina selain Pertamax Turbo hingga 2021.

Adiatma menjelaskan ketersediaan Pertamax Turbo spesifikasi Euro 4 dipastikan sudah tersedia di area MOR III (Jakarta, Jawa Barat, dan Banten).

Pasokan BBM Euro 4 dari Pertamina dikatakan sekarang hanya disuplai dari kilang Balongan, Indramayu. Sebagian besar BBM dari kilang Balongan dijual untuk kawasan Jakarta dan sebagian masih impor.

Pertamina diungkap sedang menyiapkan proyek pengembangan kilang atau Refinery Development Master Plan (RDMP) di kilang Cilacap, Balikpapan, Dumai, dan Balongan. Serta dua proyek pembangunan kilang baru atau Grass Root Refinery (GRR) di Tuban dan Bontang.

"Nanti, mulai 2021 sampai 2024, semua kilang bisa menghasilkan Euro 4," ujar Adiatma saat dihubungi CNNIndonesia.com, Rabu (10/10).

Tanggapan Shell Indonesia 

Menurut Dasrul, ada pilihan BBM Euro 4 lain yang bisa didapat konsumen selain Pertamax Plus. "Untuk SPBU yang lain juga ada. Selain pertamina ada SPBU lain, Shell, Total, dan AKR," ucap Dasrul.

CNNIndonesia.com sudah berusaha menghubungi pihak Shell Indonesia sebagai salah satu pihak yang disebut Dasrul menyediakan BBM Euro 4. Namun, Shell Indonesia belum ingin memberikan informasi detail tentang hal itu.

"Sebagai perusahaan energi yang beroperasi di Indonesia, Shell menjalankan kegiatan bisnisnya sesuai dengan peraturan dan ketentuan Pemerintah Indonesia. Kami mendukung upaya pemerintah untuk menawarkan produk yang lebih ramah lingkungan, sesuai dengan misi Shell secara global untuk bersama-sama mencari/menawarkan solusi energi yang lebih banyak dan lebih bersih (more and cleaner energy solutions)," ucap External Relations Shell Indonesia Dina Setianto, Kamis (11/10). 
(fea/mik)