Hal tersebut disampaikan Presiden Jokowi selepas pertemuan dengan Nguyen Xuan Phuc membahas penegakan hukum terkait illegal, unreported, and unregulated (IUU) fishing dalam rangkaian acara IMF-World Bank Annual Meeting di Bali Nusa Dua Convention Center, Jumat (12/10).
Ekspor kendaraan dari Indonesia ke Vietnam menjadi salah satu agenda pembahasan dalam pertemuan tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedua petinggi negara itu memberikan pernyataan bersama di mana Presiden Jokowi mengatakan bahwa Indonesia dan Vietnam semakin mengintensifkan hubungan kerja sama dan bilateral.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya juga mengapresiasi kerja sama (pemerintah Vietnam) dalam mengatasi hambatan ekspor otomotif Indonesia ke Vietnam," ujar Jokowi.
Sebelumnya, ekspor kendaraan dari Indonesia ke Vietnam terhenti sejak 1 Januari 2018. Penyebabnya adalah berlakunya Prime Minister Degree No. 116/2017/ND-CP dan Circular No. 04/2018/TT-BGTVT atau keputusan tentang persyaratan manufaktur, perakitan dan impor kendaraan bermotor, perdagangan jasa jaminan dan pemeliharaan kendaraan bermotor di Vietnam.
Kedua negara pun mengatur soal persyaratan manufaktur perakitan dan impor kendaraan bermotor, perdagangan jasa jaminan dan pemeliharaan kendaraan bermotor di Vietnam.