Jokowi Instruksikan Esemka Jangan Hilang Usai Pilpres

Tim, CNN Indonesia | Selasa, 16/10/2018 09:13 WIB
Jokowi Instruksikan Esemka Jangan Hilang Usai Pilpres Pabrik Esemka di Boyolali. (Dok. Claudea Novitasari)
Jakarta, CNN Indonesia -- Staf Khusus Presiden Bidang Sosial Diaz Faisal Malik Hendropriyono memastikan nama Esemka tidak akan tenggelam setelah Pemilihan Umum (Pemilu) Presiden yang bakal dilakukan tahun depan.

Menurut Diaz, hal tersebut merupakan mandat langsung dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar Esemka dapat lahir sebagai mobil nasional dan masuk ke peta industri otomotif di dalam negeri.

"Pak Jokowi selalu menekankan dan beberapa kali menanyakan kepada saya untuk memastikan bahwa produk Esemka itu benar terwujud," kata Diaz saat ditemui di kawasan Jakarta Selatan belum lama ini.


Ia mengatakan Esemka sudah menjadi mimpi dan kebanggaan Jokowi sejak memimpin kota Solo. Sehingga apapun yang terjadi usai Pemilu Presiden, nama Esemka diharapkan tidak lenyap.

"Karena apa itu kebanggaan beliau sejak masih jadi walikota ya," ucapnya.

Nama Esemka memang lahir ketika Jokowi menjabat sebagai Walikota Solo (2005-2012). Saat itu Jokowi sangat gencar mempromosikan mobil-mobil yang dibuat oleh siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Namun, setelah Jokowi menjadi Gubernur DKI Jakarta (2012 - 2014) dan berhasil menjadi Presiden pada Oktober 2014, nama Esemka cenderung redup sampai sekarang. Kabar produksi massal Esemka timbul tenggelam hingga akhirnya menguap.

Menyikapi hal tersebut, Diaz yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) mengatakan bahwa hilangnya Esemka dikarenakan masih mencari tim yang solid.

Diaz menyebut harus ada tim yang besar dan solid untuk menangani Esemka. Esemka sendiri kini dipegang oleh Adiperkasa Citra Esemka Her (ACEH) yang dipimpin ayah Diaz, yakni AM Hendropriyono.

"Hilang itu karena memang kami harus membuat tim yang pro untuk membangkitkan produk lokal itu. Makanya harus ada tim besar yang bisa produksi massal mobil itu. Nah itu makanya selama ini (Esemka) naik turun. Dari pabrik kecil, ya tidak mungkin kami bisa membuat produksi masal," ucap Diaz.

Diaz menolak bila Esemka disebut-sebut sebagai kendaraan politik Jokowi.

"Oh enggak, apa saja di tahun politik semua bisa dipelintir jadi jualan politik. Tapi ya seharusnya kalau memang bisa jadi produk lokal buatan bangsa kan itu yang harus dibanggakan," ucap Diaz. (fea)