IMOS 2018, Lokasi Pantau Teknologi Baru Roda Dua Indonesia

Tim, CNN Indonesia | Senin, 15/10/2018 20:51 WIB
IMOS 2018, Lokasi Pantau Teknologi Baru Roda Dua Indonesia Indonesia Motorcycle Show 2014. (Foto: Adhi Wicaksono)
Jakarta, CNN Indonesia -- Indonesia Motorcycle Show (IMOS) 2018 bakal segera berlangsung pada akhir Oktober. Mengusung tema 'Indonesia Future Technology', IMOS tahun ini dipastikan bakal menyuguhkan beragam teknologi modern kendaraan roda dua.

Pihak penyelenggara menyebut masing-masing produsen telah menyiapkan amunisi berupa teknologi yang akan dikenalkan selama pameran. Teknologi itu bakal fokus pada keiritan bahan bakar, ramah lingkungan, serta aman bagi pengendara dan pejalan kaki.

"Konsumen mulai cari motor teknologi baru yang buat nyaman dan kasih pengalaman menyenangkan selama berkendara, selain dari motor yang irit bahan bakar," kata Ketua Umum Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) Johannes Loman di Jakarta, Senin (15/10).



Selain menjadi ajang unjuk gigi dalam pengenalan teknologi motor, Loman mengatakan para produsen juga sudah menyiapkan produk baru yang akan diluncurkan selama berlangsungnya pameran.

"Para peserta pameran akan menyajikan berbagai produk sepeda motor dengan fitur terkini dan produk pendukung lainnya," ujarnya.

Pameran dua tahunan IMOS bakal digelar selama empat hari, mulai 31 Oktober hingga 4 November 2018 di Jakarta Convention Center. Setiap hari acara ini dibuka mulai pukul 10.00 WIB hingga 21.00 WIB.

Harga tiket masuk yang ditetapkan Rp20 ribu per orang Rabu dan Kamis, sedangkan akhir pekan banderolnya Rp30 ribu.


Pengunjung sedikitnya akan melihat sajian 60 merek roda dua dan industri pendukung. Di antaranya yang sudah dipastikan adalah Honda, Kawasaki, Suzuki, KTM, Royal Enfield, Peugeot Motorcycle, SYM, SM Sport, Nozomi, Vespa, dan Piaggio.

Ketua Penyelenggara IMOS Sigit Kumala menyampaikan dalam pameran tahun ini pihaknya ingin agar pencapaian penjualan bakal lebih baik dari IMOS 2016. Saat itu penjualan sepeda motor di IMOS mencapai 1.700-an unit dengan transaksi Rp20 miliar.

"Harapan kami untuk tahun ini ya di atas itu walau tidak ada target untuk penjualannya," kata Sigit. (ryh/fea)