Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan potensi banjir bandang sebenarnya bisa dilihat dari beberapa tanda-tanda. Perubahan warna air sungai menjadi salah satu 'alarm' peringatan dini potensi banjir bandang.
"Tanda-tanda pertama yang menjadi peringatan dini diantaranya air sungai yang tiba-tiba berwarna keruh atau mengalir bersama lumpur, pasir, dan bahkan disertai ranting-ranting kayu," jelas Dwi dalam keterangan resmi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk masyarakat yang berada di sekitar pegunungan dan perbukitan, terlihat ada awan tebal dan sungai terlihat mendung. Jika tanda serupa terlihat di daerah pinggir sungai, masyarakat diminta meninggalkan daerah tersebut untuk mengantisipasi.
Sebelumnya, BMKG memperkirakan potensi banjir bandang akan terjadi seiring dengan meningkatnya curah hujan. Sejumlah daerah yang diprediksi rawan banjir bandang dalam sepekan ke depan antara lain Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, Bengkulu, Sulawesi Tengah, Maluku, Maluku Utara, dan Papua. (evn)