TIPS OTOMOTIF AKHIR PEKAN

'Headrest' Mobil Bukan Sekadar Sandaran Kepala

Tim, CNN Indonesia | Sabtu, 20/10/2018 18:19 WIB
'Headrest' Mobil Bukan Sekadar Sandaran Kepala 'Headrest' mobil. (Foto: Istockphoto/kenneth-cheung)
Jakarta, CNN Indonesia -- Headrest mobil tidak bisa diartikan secara lugas sebagai sandaran kepala sebab fungsi utamanya bukan untuk tempat mengistirahatkan kepala. Tugas terpenting headrest adalah menghindari kepala bergerak ekstrem ke belakang yang berisiko membuat cedera patah tulang leher saat kecelakaan atau kejadian luar biasa.

Kondisi patah tulang leher bisa berakibat sangat fatal bagi manusia, pasalnya di area sekitar itu ada banyak saraf yang menghubungkan otak dengan bagian tubuh lain.

Pada kondisi paling parah, patah tulang leher bisa bikin sulit bernapas, lumpuh, bahkan kematian seketika.


Fungsi utama headrest yang lain, yaitu sebagai penghalang agar kepala tidak kena dampak buruk setelah mobil misalnya ditabrak dari belakang.

"Karena kalau tidak ada headrest, ketika terjadi benturan atau kecelakaan, posisi kepala seandainya tidak ada itu akan fatal terhadap leher," Anjar Rosjadi, Technical Service Executive Coordinator Astra Daihatsu Motor, Sabtu (20/10).

Mengingat dua fungsi penting itu maka tindakan mencopot headrest untuk gaya-gayaan sangat mengemudi merupakan tindakan tidak bijaksana.

Fungsi lain

Anjar mengatakan anggapan headrest sebagai sandaran kepala bisa dikatakan bukan kekeliruan. Sebab, dalam perkembangan desain kendaraan headrest juga dirancang produsen agar bisa jadi sandaran kepala tanpa menghilangkan fungsi utamanya.

"Kalau dibilang buat sandaran kepala tidak sepenuhnya salah juga, tapi lebih tepatnya untuk menahan kepala ketika terjadi kecelakaan atau benturan," ucap Anjar.

Selain berfungsi menjaga kepala, headrest juga dianggap punya fungsi alternatif sebagai alat pemecah kaca dalam kondisi darurat. Bagian 'kaki' headrest yang keras terbuat dari besi dikatakan bisa dipakai untuk memecah kaca, misalnya saat penumpang terkunci di kabin karena listrik kunci sentral dan power window mati.

Anjar mengiyakan hal itu bisa saja dilakukan, namun bukan rekomendasi dari pabrikan.

"Kalau rekomendasi secara khusus sih enggak, itu lebih kepada ide-ide atau tips ketika menghadapi kondisi darurat. Kalau tidak salah tips itu pernah viral untuk mobil tenggelam," ujar Anjar. (fea)