Surat kabar Brasil, O Estado de S. Paulo menjelaskan bahwa RFA adalah jaringan utama pendukung Internet untuk calon Presiden Jair Bolsonaro.
Facebook mengatakan bahwa RFA membuat halaman menggunakan akun palsu atau banyak akun dengan nama yang sama. Semua akun tersebut mengunggah 'clickbait' yang bertujuan untuk mengarahkan pengguna Facebook ke satu pihak.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sejauh ini pihak RFA enggan untuk berkomentar. Bolsonaro diperkirakan akan memenangkan pemilu yang paling terpolarisasi di Brazil dalam satu generasi. Dalam pemilu ini, media sosial menjadi medan pertempuran utama antar kandidat.
Layanan pesan populer miliki Facebook, Whatsapp juga mendapat sorotan di Brasil setelah kandidat presiden Fernando Haddad menuduh pendukung Bolsonaro menggunakan aplikasi tersebut untuk menyebarkan pesan berantai yang menyesatkan selama kampanye.
Selain itu Whatsapp juga menjadi tempat untuk mendapatkan informasi politik. Akan tetapi, Whastapp juga dipenuhi dengan berita hoaks dan teori konspirasi.
Haddad menuduh pengusaha yang mendukung Bolsonaro membayar untuk memborbardir pemilih dengan propaganda yang melanggar undang-undang pemilu.
Bolsonaro memimpin dengan perolehan 46 persen suara di putaran pertama. Ia juga memimpin 18 poin dari Haddad dalam sebuah jajak pendapat beberapa waktu lalu. (jnp/mik)