Meski dikenal sebagai negara produsen minyak bumi terbesar di dunia,Saudi menjadikan investasi di jagat teknologi sebagai bagian dari masa depan negaranya. Putra mahkota Saudi diketahui gencar menancapkan jaring bisnis dengan menanamkan modal ke sejumlah raksasa teknologi di Silicon Valley.
Mengutip CNN, Pangeran Mohammed bin Salman sejak Maret 2015 hingga kini gencar menanamkan modal ke sejumlah perusahaan teknologi. Softbank menjadi salah satu jalur lalu lintas bagi Saudi menancapkan bisnisnya ke sejumlah perusahaan dan startup di dunia. Saudi diketahui menyuntikkan dana hingga US$45 miliar atau nyaris 50 persen dari total kepemilikan saham untuk perusahaan asal Jepang tersebut.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saudi diketahui gencar turut andil dalam kepemilikan saham di sejumlah perusahaan publik. Lewat lembaga pendanaan publik (Public Investment Fund/ PIF) Saudi memperluas cengkeraman bisnisnya. Saudi tercatat memiliki saham dalam jumlah yang tidak signifikan di Uber dan Tesla.
Baru-baru ini PIF baru memasok dana lebih dari US$500 miliar untuk Magic Leap, perusahaan rintisan yang mengembangkan produk augmented reality.
Data yang dirilis Dealogic menunjukkan Saudi telah menginvestasikan miliaran dollar ke perusahaan rintisan di ranah teknologi di seluruh dunia. Tahun lalu, Saudi tercatat menanamkan moodal US$4,4 miliar untuk WeWork-- startup yang dikenal dengan produk co-working space di sejumlah negara.
Tak hanya lewat lembaga pendanaan, putra mahkota Pangeran Alwaleed bin Talal sejak lama menjadi investor bagi Twitter dan awal 2018 memiliki 2,3 persen saham di Snapchat. Ia juga menambah kepemilikan saham di Snapchat dengan menanamkan modal sebesar US$250 juta pada Mei lalu.
Alwaleed juga memiliki perusahaan yang turut menanamkan modal di perusahaan streaming musik asal Prancis, Deezer. (evn)