Peristiwa itu terjadi ketika CNNIndonesia.com melakukan peliputan tentang pabrik Esemka di Desa Demangan, Boyolali, Jawa Tengah, pada Senin (29/10) siang.
Kejadian bermula ketika wartawan CNNIndonesia.com berkunjung ke pabrik mobil Esemka untuk melihat kondisi terkini. Sesampainya di depan pabrik, terlihat ada perubahan kondisi yang cukup drastis dibandingkan dengan delapan bulan lalu ketika pertama kali berkunjung ke sana.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sembari mengobrol dengan warga itu, dari kejauhan merasa ada seseorang yang sedang mengawasi. Setelah mendapat informasi terkait Esemka, kemudian CNNIndonesia.com berpamitan. Ketika kembali ke motor orang yang sama masih saja mengawasi.
Dari rumah warga tadi kemudian mengecek kembali situasi di sekitar pabrik sekaligus mencari angle untuk mengambil gambar kondisi pabrik. Setelah menemukan tempat yang pas, kemudian memarkirkan motor.
Lihat juga:Kerja Keras di Balik Pengembangan Esemka |
Orang tersebut kemudian mendekat dan menanyakan dari mana asal tempat tinggal. Terlihat tidak asing, ternyata orang itu yang mengawasi CNNIndonesia.com saat mengunjungi rumah warga.
Ia kemudian memberitahu jika dirinya adalah seorang sekuriti yang bekerja di pabrik Esemka sambil menunjukkan identitas petugas pabrik Esemka di Boyolali. Pada saat itu petugas tersebut mengaku sedang bebas tugas, karena itu tidak memakai seragam.
Petugas keamanan itu kemudian memaksa secara verbal agar menghapus semua foto-foto pabrik Esemka yang ada di telepon genggam karena menjadi tanggung jawabnya.
Lihat juga:Jokowi Jelaskan Hubungannya dengan Esemka |
Merasa tertekan, CNNIndonesia.com pun kemudian menuruti permintaan sekuriti tersebut. Kemudian di depan petugas tersebut penghapus foto dilakukan sebelum akhirnya sekuriti tersebut mempersilkan CNNIndonesia.com segera meninggalkan tempat itu.
Sampai saat ini CNNIndonesia.com belum bisa menghubungi pihak Esemka. (dea/mik)