Pemerintah Kaji Rem ABS Buat Motor Murah

CNN Indonesia | Senin, 05/11/2018 08:06 WIB
Pemerintah Kaji Rem ABS Buat Motor Murah Rem ABS pada Suzuki GSX-R150. (Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pemerintah bakal membuat kajian sejauh mana penggunaan Anti-lock Braking System (ABS) untuk sepeda motor 110cc - 150cc. Penelitian ini akan dilakukan bersama Universitas Indonesia (UI).

Direktur Pembinaan Keselamatan Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Mohamad Risal Wasal menyampaikan riset dilakukan untuk mengetahui seberapa besar keuntungan penggunaan ABS untuk motor berkapasitas kecil, khususnya buat menekan angka kecelakaan.

"Untuk mengetahui seberapa pentingnya ABS diterapkan. Kalau untuk 250 cc ke atas kan sudah pada gunakan ABS. Nah apa motor cc kecil sudah saatnya gunakan juga, itu jadi pertanyaan kami," kata Risal di Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta akhir pekan lalu.


Risal mendukung penggunaan ABS untuk meningkatkan keselamatan. Selama ini diketahui, motor merupakan alat transportasi yang paling sering kecelakaan lalu lintas. Selain itu pelaku kecelakaan motor paling banyak melibatkan anak sekolah.

Sesuai kepanjangannya, ABS merupakan fitur yang berguna untuk mencegah rem terkunci saat tuas rem ditekan terlalu lama. Kondisi rem terkunci berbahaya buat berkendara motor yang membutuhkan keseimbangan sebab pengendara bisa kehilangan kendali dan terjatuh. Pada umumnya kerja ABS yang dikendalikan komputer akan memerintahkan kampas rem berulang menjepit cakram setidaknya 15 kali dalam satu detik. 

"Nah seberapa besar manfaatnya kalau benda itu diterapkan di Indonesia. tapi sepanjang meningkatkan keselamatan, ya kami mendukung. Entah dibuat regulasi atau bagaimana," kata Risal.

ABS Mahal

Risal menjelaskan pihaknya juga akan berkoordinasi ke Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mengenai kewajiban ABS ini.

Risal menyoroti pendapat umum yang mengatakan ABS merupakan fitur mahal. Salah satu kekhawatirannya, bila ABS merupakan mandatori produsen malah bakal meninggikan harga jual.

"Karena ABS berkaitan dengan masalah harga. ABS harganya mahal, takutnya motor yang harga murah malah mahal nanti," ucapnya.

Bila kajian sudah selesai, Risal mengatakan tidak ingin terburu-buru membuat regulasi. Misalnya saja ABS memang berpotensi besar menekan angka kecelakaan, langkah pertama yang dilakukan yaitu mengimbau kepada semua produsen motor untuk mulai menggunakan ABS pada setiap produk.

Di negara lain, seperti Uni Eropa, sudah sejak 2016 produsen diwajibkan memasang ABS pada motor 125cc. Regulasi serupa juga berlaku di India pada awal tahun ini sementara Jepang memulainya pada Oktober 2018.

Peraturan sejenis diketahui juga akan diterapkan di Taiwan dan Australia pada 2019. Sedangkan China mulai mewajibkan ABS untuk motor baru dengan kapasitas mesin di atas 250 cc pada awal Juli 2019. (ryh/fea)