"Turkish Aerospace Industry (TAI) akan mengambil langkah konkrit untuk memperkuat kegiatannya di kawasan itu dan telah membicarakan soal pemasaran produknya di Indonesia," kata pernyataan dari TAI, seperti dilansir Anadolu.
TAI menyebut akan meningkatkan kekuatannya di kawasan Asia Pasifik termasuk Thailand, Taiwan, Filipina, Brunei, Singapura dan Malaysia.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Berbagai macam produk TAI juga akan ditampilkan pada pameran terebut, di mana juga akan digelar Hari Kerja Sama Bisnis Turki-Indonesia.
TAI didirikan pada Juni 1973 di bawah naungan Departemen Perindustrian dan Teknologi untuk mengurangi ketergantungan industri pertahanan negara terhadap pihak asing.
TAI sebelumnya sempat mengadakan pelatihan di Indonesia pada Agustus lalu bersama dengan militer dan PT Dirgantara Indonesia. Dalam kunjungannya ke Turki tahun lalu Presiden Joko Widodo menandatangani kesepahaman dengan TAI. Keduanya juga akan mengeratkan kerjasama drone dan produksi kapal selam selain kerjasama pemberantasan terorisme.
Lebih lanjut TAI menyebut bahwa kerjasama dengan TNI ini tidak sebatas sistem UAV semata, tapi akan lebih "berkelanjutan, jangka panjang, hubungan yang saling menguntungkan [...] untuk jangka menengah," seperti dikutip The Diplomat. (eks/eks)