Pesawat Tanpa Awak Turki Dipamerkan di Jakarta

CNN Indonesia | Selasa, 06/11/2018 17:22 WIB
Pesawat Tanpa Awak Turki Dipamerkan di Jakarta Ilustrasi (Anton Raharjo - Anadolu Agency)
Jakarta, CNN Indonesia -- Pesawat tanpa awak (UAV-unmanned aerial vehicle) milik Turki, Anka, akan dipamerkan dalam Indo Defence Fair 2018 di Jakarta. Pameran pertahanan ini akan diadakan dari 7 sampai 10 November.

"Turkish Aerospace Industry (TAI) akan mengambil langkah konkrit untuk memperkuat kegiatannya di kawasan itu dan telah membicarakan soal pemasaran produknya di Indonesia," kata pernyataan dari TAI, seperti dilansir Anadolu.

TAI menyebut akan meningkatkan kekuatannya di kawasan Asia Pasifik termasuk Thailand, Taiwan, Filipina, Brunei, Singapura dan Malaysia. 


Dalam siaran persnya Agustus lalu, TAI sempat menyebut adanya kemungkinan kerjasama lebih lanjut dengan militer Indonesia untuk menggelar tender pengadaaan pesawat tanpa awak itu. Kepada TNI, TAI menawarkan UAV ANKA dengan spesifikasi medium-altitude long endurance (MALE)

Berbagai macam produk TAI juga akan ditampilkan pada pameran terebut, di mana juga akan digelar Hari Kerja Sama Bisnis Turki-Indonesia.

Berbasis di Ankara, TAI bergerak dalam industri kedirgantaraan dan pertahanan dengan memproduksi pesawat tanpa awak, pesawat terbang, helikopter, satelit dan komponenya.

TAI didirikan pada Juni 1973 di bawah naungan Departemen Perindustrian dan Teknologi untuk mengurangi ketergantungan industri pertahanan negara terhadap pihak asing.

Saat ini terdapat enam pesawat tanpa awak ANKA-S yang telah digunakan oleh angkatan udara Turki. Mereka menggunakannya untuk pengamatan udara, mendeteksi target tetap dan bergerak. Di Turki, pesawat ini juga bisa dikendalikan lewat satelit nasional mereka, seperti diberitakan Daily Sabah.

TAI sebelumnya sempat mengadakan pelatihan di Indonesia pada Agustus lalu bersama dengan militer dan PT Dirgantara Indonesia. Dalam kunjungannya ke Turki tahun lalu Presiden Joko Widodo menandatangani kesepahaman dengan TAI. Keduanya juga akan mengeratkan kerjasama drone dan produksi kapal selam selain kerjasama pemberantasan terorisme.

Lebih lanjut TAI menyebut bahwa kerjasama dengan TNI ini tidak sebatas sistem UAV semata, tapi akan lebih "berkelanjutan, jangka panjang, hubungan yang saling menguntungkan [...] untuk jangka menengah," seperti dikutip The Diplomat. (eks/eks)