Kedua, Kaspersky menyarankan agar tidak menggunakan kata sandi yang sama ke akun-akun platform media. Pasalnya apabila pencuri berhasi mencuri satu kata sandi, maka ia memiliki kesempatan lebih tinggi untuk mencuri akun lainnya.
Kaspersky menilai nilai jual data pribadi ini memang tidak tinggi namun memberikan dampak negatif yang berarti. Misalnya saja data pribadi tersebut digunakan oleh pembeli data yang dicuri sebagai kedok ketika melakukan kejahatan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Mengingat tidak sedikit orang yang memiliki kata sandi yang sama untuk di akun platform media, pelaku memiliki kemungkinan tinggi untuk mencuri beberapa akun tersebut.
Data-data dari layanan yang terdapat informasi kartu kredit seperti Uber, Netflix, dan Spotify, serta situs web game, aplikasi kencan, dan situs web porno juga termasuk data-data yang dijual.
Menariknya, Kaspersky mengungkap beberapa pelaku penjual data bahkan memberikan garansi seumur hidup kepada pembeli. Apabila satu akun berhenti berfungsi, pembeli akan menerima akun baru curian secara gratis.
"Sangat jelas bahwa peretasan data adalah ancaman besar bagi kita semua. Ini berlaku baik untuk individu dan masyarakat, karena data yang dicuri ini dapat mendanai banyak kejahatan sosial. Untungnya ada langkah-langkah yang dapat diambil untuk mencegahnya, termasuk dengan menggunakan perangkat lunak keamanan siber," kata Peneliti Keamanan Senior di Kaspersky Lab David Jacoby. (jnp/age)