Di Balik Larisnya Sepatu 'Hampir Adidas'

AFP, CNN Indonesia | Minggu, 11/11/2018 11:33 WIB
Di Balik Larisnya Sepatu 'Hampir Adidas' Sepatu merk Ababis yang dijual di China. (FRED DUFOUR / AFP)
Jakarta, CNN Indonesia -- Bukan Adidas, bukan Calvin Klein dan bukan Star Wars. Mereka adalah Ababis, Caiwen Kani dan Star Wnrs, yang merupakan produk jualan dari Taobao, aplikasi belanja online milik Alibaba.

Ajang diskon 11.11 bukan hanya berlangsung di Indonesia. Di China ajang yang sama disebut Singles Day.

Kehebohannya mirip dengan ajang Black Friday yang dirayakan Amerika Serikat (AS).


Ababis, Caiwen Kani dan Star Wnrs hanyalah segelintir dari produk mirip alias kw lainnya yang laris terjual.

Industri perdagangan di AS dan Eropa telah lama khawatir akan keberadaan barang-barang kw dari China, karena dinilai melanggar hak intelektual milik perancang aslinya.

Presiden China Xi Jinping pada pekan ini menyatakan dukungan terhadap hak intelektual, dengan mengumumkan bahwa mulai 1 Januari 2019 toko online yang ketahuan menjual barang palsu akan dihukum.

Tahun lalu, Taobao dalam aplikasi jual beli Alibaba berhasil mengantongi keuntungan sebanyak US$25 miliar dari ajang 11.11.

Mengutip keterangan resmi dari perusahaan, tahun ini mereka mendapat untung sebanyak US$10 miliar dari penjualan di satu jam pertama.

Tiga jam setelahnya keuntungan mereka berlipat menjadi US$20,5 miliar.

Hingga saat ini terdapat sebanyak 634 juta pengguna aplikasi Taobao, yang ditasbihkan menjadi aplikasi jual beli dengan pengguna terbanyak di dunia.

Ada banyak produk asli, tapi produk palsu nyatanya lebih digemari.

Sepatu Ababis misalnya, yang dijual mulai dari US$5.70 (sekitar Rp83 ribu) per pasang.

Atau sepatu Balenciaca yang mirip dengan Balenciaga dengan harga US$18 (sekitar Rp264 ribu) per pasang.

"Saya tak bisa membedakannya," kata Li (26) saat melihat pakaian dalam merk Caiwen Kani.

"Ini terlihat mirip dengan aslinya," lanjutnya.

Bukan cuma sepatu, pakaian dalam atau tas. Mainan dan minuman alkohol juga ikut di-kw-kan di situs tersebut,

Mainan Lego menjadi Lepin dan Star Wars menjadi Star Wnrs. Tak lupa Jack Daniels yang berubah menjadi Jack David.

Di Balik Larisnya Sepatu 'Hampir Adidas'Mainan Star Wnrs. (FRED DUFOUR / AFP)

"Saya mungkin akan membelinya jika aman untuk anak-anak dan kualitasnya bagus," kata Wang Yu (37).

Pada tahun 2016, Taobao masuk dalam daftar hitam US Trade Representative karena menjual barang-barang yang melanggar hak intelektual.

Menurut Intellectual Property Office di Eropa, pasar barang palsu "melukai hati" 434 ribu pekerja di Eropa dan merugikan perusahaan pemegang hak cipta sebanyak US$68 miliar per tahun.

Dalam keterangan resminya kepada AFP, Alibaba mengatakan kalau seluruh pedagangnya telah diminta menghargai hak cipta dan melakukan sejumlah tindakan untuk mengurangi pemalsuan barang, salah satunya seperti menutup akun pedagang yang ketahuan.

Tahun lalu mereka telah berkoordinasi dengan pihak berwajib untuk mengajukan 48 tuntutan hukum terkait masalah pemalsuan.

Delphine Sarfati-Sobreira, juru bicara dari Union of Manufacturers di Paris, mengatakan kalau perusahaan sangat dirugikan oleh tindakan pemalsuan, terutama perusahaan kecil. Dikhawatirkan industri kecil bisa gulung tikar.

(ard)