Dilansir dari Reuters, saat ini Twitter dikabarkan tengah mengalami tekanan dalam menekan jumlah pengguna palsu. Hal tersebut menyebabkan aliran dana dari investor dan pengiklan sedikit terhambat.
Selain itu, banyaknya pengguna palsu juga membuat perusahaan milik Jack Dorsey ini berada dalam pengawasan Kongres AS.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sebagai salah satu upaya untuk memastikan akurasi jumlah pengguna, Twitter tidak akan menghitung akun yang dikunci sebagai pengikut. Hal ini menyebabkan setidaknya tujuh selebritis harus kehilangan dua juta pengikut.
Perusahaan menengarai akun yang dikunci dimiliki oleh penipu untuk menjual para pengikutnya. Sebagai gambaran, produser iklan Los Angeles MarQuis Trill mengaku telah membeli 300 ribu pengikut dengan harga US$4500 pada dua tahun lalu. Namun ia harus kehilangan hampir 2,2 juta pengikutnya pada Juli lalu, dan kembalo sekitar 30 persen saat pembersihan Jumat lalu.
Kasus akun palsu ini tidak hanya bertujuan untuk menjual jumlah pengikut kepada para pengguna Twitter. Baru-baru ini juga telah beredar kasus penipuan atau scamming yang berhasil meraup keuntungan hingga milyaran juta. (jef)