Dilansir dari TechCrunch, nantinya pengguna Tinder di India bisa mengganti opsi gender mereka tidak hanya 'Pria' dan 'Wanita'. Opsi yang sama telah tayang di Amerika Serikat sejak November 2016.
Sejak saat itu, aplikasi Tinder di AS menambahkan opsi untuk orang yang tidak sesuai dengan gender asalnya. Juru bicara Tinder mengungkapkan kabar ini telah diterbitkan dalam blog Tinder.
Lihat juga:Survei Ungkap Milenial Betah Jadi Jomlo |
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pengguna Tinder dapat mengirim email ke perusahaan dengan tautan ke profil Facebook mereka agar permintaan menggunakan aplikasi kembali ditinjau oleh tim Tinder. Namun, sampai sejauh mana ukuran pengguna yang dilarang boleh kembali, hal ini belum diketahui.
Langkah ini penting bukan hanya karena kedatangan fitur-fitur yang penting dan inklusif ini, tetapi karena betapa pentingnya pasar India untuk aplikasi kencan. Sejauh ini, tampaknya pria India telah berbondong-bondong ke Tinder dan aplikasi lain dalam jumlah besar, tetapi mereka mengalami kesulitan untuk mendiversifikasi basis pengguna mereka.
Untuk mengatasi masalah ini, Tinder memfokuskan upaya merekrut jutaan pengguna muda yang berpendidikan di India yang telah meninggalkan rumah untuk pergi tinggal dan bekerja di kota.
Tinder dan semua perusahaan teknologi lainnya melihat India sebagai pasar utama, karena adopsi ponsel cerdas yang cepat dan ukuran populasi. (age)