Pengguna Dating hanya bisa melihat pengguna lain yang juga menggunakan fitur ini. Facebook menyebut ketika pengguna menggunakan fitur ini, aktivitas mereka tidak akan dimasukkan ke dalam News Feed. Hal ini dilakukan agar pengguna yang belum dewasa tidak bisa melihat aktivitas fitur Dating.
Fitur Dating ini terintegrasi dengan Messenger dan Whatsapp. Jadi ketika dua pengguna yang saling tertarik ingin memulai pembicaraan, mereka bisa melanjutkannya lewat Messenger atau Whatsapp.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:Status WhatsApp Bakal Dibanjiri Iklan |
Facebook belum berencana untuk menjadikan fitur Dating sebagai fitur premium yang mengharuskan penggunanya untuk berlangganan ketika ingin menikmati fitur ini.
Lihat juga:Cek Cara Pakai WhatsApp Video Call Group |
Dilansir dari The Verge, saat ini fitur Dating masih diuji coba secara internal. Peneliti aplikasi independen Jane Manchun Wong, berhasil mengungkap uji coba yang dilakukan secara internal ini. Dalam screenshot yang dibagikan di akun Twitter, Jane terlihat sekilas isi dari Dating.
[Gambas:Twitter]
Dalam fitur ini, pengguna harus mengisi informasi-informasi dasar seperti aplikasi kencan pada umumnya, seperti nama, foto, jenis kelamin, lokasi dan orientasi seksual pengguna.
Dalam tangkapan layar, terlihat pengguna bisa mengisi jenis kelamin secara detail, terdapat pilihan trans man, trans woman, maupun non binary. Hal yang serupa juga terdapat dalam pilihan orientasi seksual.
"Ini akan menjadi pembangunan hubungan jangka panjang secara nyata, bukan sekedar hook up," ujar CEO Facebook, Mark Zuckerberg. Hook up adalah istilah yang diidentikkan dengan perkenalan yang semata untuk memenuhi kebutuhan seksual.
Facebook meminta karyawannya di Amerika Serikat untuk menggunakan data informasi palsu yang digunakan untuk profil mereka. Facebook akan menghapus seluruh data karyawan sebelum merilis fitur Dating. (eks)