Blits Disebut Bisa 'Disulap' Jadi Mobil Penumpang

CNN Indonesia | Selasa, 13/11/2018 11:17 WIB
Blits Disebut Bisa 'Disulap' Jadi Mobil Penumpang Foto: CNN Indonesia/Rayhand Purnama Karim JP
Jakarta, CNN Indonesia -- Blitsmobil listrik karya mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) dan Universitas Budi Luhur disebut layak dijadikan mobil penumpang.

Menurut Dosen pembimbing dan ketua tim mobil listrik Blits Muhammad Nur Yuniarto, mobil ramah lingkungan yang tengah ditempa dari Sabang sampai Merauke itu telah menawarkan spesifikasi yang lumayan mumpuni jika ingin diproduksi massal sebagai mobil penumpang bertenaga listrik.

Untuk menghasilkan mobil penumpang, artinya fokus utama adalah mengubah sasis, desain eksterior dan interior. Sementara dari segi baterai dan motor listriknya sudah sesuai dengan kendaraan ramah lingkungan pada umumnya.


"Bisa dong (mobil untuk mengangkut penumpang). Paling yang kami ubah dari bentuk bodi, interior dan lainnya. Tapi kalau penggerak sudah sama," kata Nur di Universitas Budi Luhur, Jakarta Selatan, Senin (12/11).

Dikatakan Nur, Blits tidak perlu diragukan pada sektor kelistrikan, sebab mobil ini didesain untuk bisa untuk 'hujan-hujanan'. Namun para pengembang belum bisa menjamin apakah mobil bisa melewati genangan dengan ketinggian air tertentu.

"Mobil ini sudah bisa saya simpulkan aman terhadap air, semua kami tutup pakai sil. Tapi uji cobanya belum ke jalanan banjir," jelas Nur.

Spesifikasi Blits

Mobil listrik yang dikonsep oleh anak bangsa ini dibangun menggunakan sasis dan rangka tubular. Di dalamnya tersemat motor listrik dan baterai lithium-ion dengan kapasitas 90 kWh 380 volt dan dihubungkan dengan satu motor listrik sebagai penggerak roda.

Baterainya sendiri terdiri dari 2.800 buah sel berukuran satu ruas jari yang dikemas menjadi satu. Sel tersebut saat ini diimpor dari China. Dengan pengisian full selama delapan jam, diklaim mobil dapat melaju sejauh 300 km dengan satu pengisian.

Menarik dari Blist ini kemasan baterai disimpan di lantai mobil dengan tujuan sebagai pusat gravitasi. Cara ini juga yang digunakan oleh Tesla dalam menyembunyikan baterai dari mobil-mobil listrik produksinya.

"Nah untuk pengisian tergantung daya listrik, kalau lemah ya bisa lebih lama durasi isi baterainya," ucap Nur.

Blist (Budi Luhur-ITS) tengah merampungkan perjalanannya keliling Indonesia dengan total jarak tempuh 15 ribu km. Dan sekarang BLITS sudah menyelesaikan sekitar 1.000 km perjalanan dari Surabaya ke Jakarta.

Adapun rute yang bakal dilalui meliputi ITS Surabaya, Budiluhur Jakarta, Medan, Aceh, Sabang, Pontianak (Pulau Kalimantan), Sampit, Balikpapan, Samarinda, Makasar (Pulau Sulawesi), Kendari, Manado, Ternate, Sorong (Papua), Manokwari, Jayapura, Marauke, Kupang, Labuan Bajo, Bima, Mataram, Bali, Banyuwangi, dan finish kembali di Surabaya.

Perjalanan ini sekaligus ingin menguji daya tahan dari Blits.

"Kami juga membuat target agar Blits dapat mengikuti Rally Dakar yang merupakan rally paling ganas di dunia. Harapannya Blits bisa mengikuti Rally Dakar dengan spesifikasi canggih dan ketahanan yang mumpuni, maka mobil biasa bisa kami ciptakan," tutup Ketua Badan Pengurus Yayasan Pendidikan Budi Luhur, Kasih Hanggoro.

(ryh/mik)