Argumen Mitra Grab dan Gojek Ngotot Minta Buka 'Suspend'

CNN Indonesia | Selasa, 13/11/2018 15:32 WIB
Argumen Mitra Grab dan Gojek Ngotot Minta Buka 'Suspend' Ratusan mitra pengemudi Grab bike dan Grab Carmelakukan demonstrasi di depan kantor Grab Lippo Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (29/10). (Foto: CNN Indonesia/Jonathan Patrick)
Jakarta, CNN Indonesia -- Ketegangan antara mantan mitra dan perusahaan penyedia jasa transportasi online terus berlanjut. Setelah ratusan orang berunjuk rasa dua pekan lalu, aksi lanjutan sedang dilakukan hari ini.

Berdasarkan informasi dari selebaran Aliansi Nasional Driver Online (Aliando) 'aksi damai' hari ini bakal diselenggarakan di kantor Grab Indonesia dan Gojek. Tema yang mereka usung 'menagih janji aplikator'.

Pada demonstrasi dua pekan lalu diketahui ada 10 tuntutan pengunjuk rasa yang disampaikan hanya di kantor Grab Indonesia. Salah satunya, yang dianggap pihak Grab Indonesia inti demonstrasi, adalah menuntut pembukaan akun mitra yang sudah kena blokir (suspend).



Juru bicara aksi hari ini, Reffy, menjelaskan alasan mengapa dia dan rekan-rekannya ngotot meminta aplikator membuka suspend. Kata dia para aplikator sudah menyalahi aturan karena membekukan sebagian akun mitra tanpa melakukan konfirmasi lebih dulu.

Sepengetahuan Reffy, akun suspend sepihak dari aplikator jumlahnya mencapai 1 juta. Ketimbang Gojek, Grab disebut paling banyak melakukan suspend pada mitra yang dicap 'nakal'.

"Ada sekitar 1 juta orang dan paling banyak dari ojek online. Kalau aplikatornya paling banyak Grab dari Gojek. 70-30 lah ya," kata Reffy saat dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (13/11).

Dipandang Salah Sasaran

Reffy menilai suspend yang sudah dilakukan aplikator salah sasaran sebab dikatakan banyak pengemudi rajin malah kena hukuman sepihak.

"Yang ingin kami buka bukan (suspend) karena berbenturan dengan hukum, seperti perampokan, pelecehan, atau pemerkosaan. Itu tidak mungkin karena masalah hukum. Nah kalau ini kami ingin buka karena ada kesalahan sistem (Grab dan Gojek). Contohnya ada driver rajin, murni tidak lakuin 'opik' (order fiktif), atau aplikasi tambahan," ucapnya.

Kesalahan sistem yang dimaksud misalnya mitra menerima pesanan palsu berkali-kali saat berada di suatu wilayah. Atas dasar tidak ingin terkecoh lagi, mitra akhirnya memutuskan menolak pesanan.

Contoh lainnya, mitra bisa kena suspend karena menerima pesanan dari akun konsumen yang sama. Namun dijelaskan akun sama bisa jadi beda pengguna.

"Akun yang pesan sama, tapi kan bisa saja itu pengguna pesan buat keluarganya, misal hari ini pesan buat diri sendiri, tapi besok pagi pesan buat ibunya. Memang tidak boleh dalam waktu berdekatan pengemudi pesan pakai akun yang sama, tapi kan kami pengemudi juga tidak ngeh, itu satu akun atau tidak," ungkapnya.


Kerugian buat mitra disebut tidak bisa berbuat apa-apa bila akun tiba-tiba kena suspend. Menurut Reffy, aplikator langsung mengenakan sanksi suspend tanpa konfirmasi kepada pengemudi.

"Kalau kata mereka (aplikator) itu sistem, jadi kalau ada pengaduan dari konsumen atau bagaimana terkait pengemudi, itu otomatis ke-suspend sendiri. Dan alasan aplikator itu karena sistemnya bekerja begitu. Yang bener tuh kan harusnya diadili dulu kalau memang ada kesalahan, nah ini tidak," katanya.


Michael Say, VP Corporate Affairs Go-Jek, mengatakan pihaknya terus melakukan mediasi untuk mencari jalan tengah. Namun terkait dengan tuntutan pembatalan open suspend, pihaknya menilai banyak merugikan.

"Fokus kami saat ini adalah untuk memperbaiki sistem suspensi yang lebih komprehensif dan prosesnya melibatkan rekan-rekan mitra," katanya dalam keterangan resmi, Selasa (13/11).

Sebelumnya, Managing Director Grab Indonesia Ridzki Kramadibrata mengatakan manajemen tidak akan menoleransi serta meninjau ulang keputusan suspend yang sudah berlaku. Para mitra yang kena suspend dikatakan telah terbukti melakukan tindakan kriminal dan melangggar kode etik.

Selain itu Ridzki juga mengungkap mengapa akun mitra sampai kena suspend. Pertama karena melakukan tindak kecurangan dengan membuat pesanan secara fiktif.

Kedua, terkait masalah keamanan penumpang. Keamanan penumpang yang dimaksud adalah pengemudi kedapatan melontarkan kata-kata tidak senonoh kepada konsumen Grab.

Sedangkan mengenai cara berkendara pengemudi, sanksi yang diberikan suspend dalam bentuk penangguhan yang berlaku sementara dan masih bisa diperbaiki.

Terakhir, suspend berlaku jika pengemudi telah melakukan perbuatan yang menyangkut kriminalitas.

Dari catatan Grab Indonesia, saat ini ada ribuan akun yang kena suspend karena mitra bermasalah. Grab Indonesia sepakat tetap memblokir akun pengemudi online yang bermasalah dengan alasan berkomitmen pada pelanggan dan seluruh mitra yang sudah bekerja jujur. (ryh/fea)