Saat ini, di luar angkasa hanya terdapat sekitar 2.000 satelit yang beroperasi. Jika rencana ini telah terlaksana, maka satelit-satelit SpaceX akan mendominasi orbit Bumi. Data dari kelompok regulasi Union of Concerned Scientist Agustus lalu, saat ini terdapat 1.886 satelit yang mengorbit di atas Bumi.
SpaceX berinovasi agar satelit bisa dibuat lebih kecil dan murah. Beberapa satelitnya bahkan hanya berukuran 10 sentimeter dan berat 1,5 kilogram. Satelit ini rencananya bakal terbang cepat dan rendah.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Lihat juga:SpaceX Cari Pinjaman Rp11,1 Triliun |
SpaceX akan membuat konstelasi satelit ini agar daerah pedalaman bisa mendapat layanan internet pita lebar.
Berdasarkan estimasi pada 2012, saat ini terdapat 500ribu kepingan yang ada di orbit. Angka ini naik lima kali lipat dari total puing di 2004, seperti dijelaskan FCC, Komisi Komunikasi Federal Amerika Serikat.
"Bahkan objek selebar satu sentimeter juga bisa menyebabkan satelit (lainnya)," jelas Pai, seperti dikutip Bloomberg.
Lihat juga:Roket SpaceX Seukuran Monas Siap Jajal Mars |
Persetujuan FCC ini tidak mengejutkan. Maret lalu, lembaga itu telah memberi lisensi bagi SpaceX untuk membangun, mengembangkan, dan mengoperasikan konstelasi satelitnya sendiri. SpaceX adalah perusahan AS pertama yang mendapat persetujuan ini. Perusahaan itu juga menyebut akan meluncurkan satelit-satelitnya tahun depan.
Pada hari yang sama, FCC juga menyetujui rautasn satelit dari tiga perusahaan lain, Kepler, Telesat, dan Leosat. (eks/eks)