Roket raksasa ini dibuat untuk membawa penghuni Bumi membuat koloni ke Bulan dan Mars. Pengumuman penggantian nama ini diungkap Musk lewat cuitan di akun Twitter pribadinya.
[Gambas:Twitter]
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kedepannya, Musk menargetkan roket rakasanya ini mampu menampung 100 penumpang dalam sekali angkut. Dengan begitu, rencana koloni manusia di Bulan dan Mars diharapkan dapat segera terwujud.
Selain Starship, Space saat ini juga mengandalkan roket Falcon 9 dan Falcon Heavy untuk 'hilir mudik' dari Bumi ke antariksa.
Lihat juga:SpaceX Cari Pinjaman Rp11,1 Triliun |
Musk berencana meningkatkan performa Falcon 9 agar bisa lebih sering dipakai berulang kali.
Sementara Falcon Heacy memiliki kapasitas lebih besar dan telah merampungkan tes peluncuran perdana pada Februari lalu. Roket ini membawa muatan lebih besar, salah satunya satu unit mobil Tesla ke luar angkasa. (evn)